Vaksinasi Presiden Jokowi Khusus Disabilitas di Jawa Barat Mencapai 100 Persen

SuaraJakarta.co, BANDUNG – Meski telah mencapai target pemberian vaksinasi Covid-19 khusus penyandang disabilitas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan vaksinasi tersebut di sejumlah daerah agar kekebalan komunal dapat segera terbentuk. Sebanyak 120 ribu dosis untuk dosis pertama yang dikhususkan penyandang disabilitas telah tersalurkan, hal itu berkat kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Kami laporkan kepada Mba Angkie, Pemprov Jabar mendapatkan 120 ribuan dosis vaksin untuk dosis pertama, dan itu sudah tersalurkan dan kini kita sedang menjalankan pemberian vaksinasi untuk dosis kedua. Izin kami juga melaporkan untuk subsidi silang dosis, jadi yang kurang vaksin di daerah lain kita ambil vaksin yang masih tersedia di daerah lainnya, yang terpenting semua bisa mendapatkan vaksinasi,”kata Ridwan Kamil, saat memberikan sambutan di Gebyar Vaksinasi Jawa Barat, di Sekolah Luar Biasa Negeri Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/9) siang.

Pada kesempatan itu juga, Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, menyampaikan bahwa perkembangan vaksinasi di daerahnya sudah terkendali, hal itu dapat terlihat dari keterisian tempat tidur rumah sakit di Jabar hanya 6% dan kasus positif Covid-19 hanya 3000 kasus. Kang Emil berharap seiring dengan berjalannya waktu kasus Covid-19 dapat terus berkurang.

“Situasi Covid-19 di Jabar terkendali, BOR atau keterisian tempat tidur di rumah sakit hanya 6% dan kasus Covid-19 juga hanya 3 ribuan dan tingkat kesembuhannya 98%, itu tertinggi se-Indonesia, mudah-mudahan angkanya terus menurun,”tambah Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengaku meski tingkat keterisian tempat tidur rendah dan angka kesembuhan Covid-19 tinggi, pihaknya tidak mau larut dalam capaian itu. Ridwan Kamil menambahkan kewaspadaan terhadap meningkatnya kasus Covid-19 tetap harus dijaga dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Ridwan Kamil juga mengungkapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus memonitor kegiatan pemberian vaksinasi Covid-19 melalui Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia, dan menyuplai vaksin ke Jawa Barat.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas capaian tertinggi kedua setelah Provinsi Jawa Timur dalam pemberian vaksinasi dosis pertama khusus penyandang disabilitas. Angkie menambahkan bahwa jumlah vaksinasi untuk disabilitas di Pemprov Jabar sudah mencapai 101,01%, ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral yang dibangun sejak awal program vaksinasi khusus disabilitas ini berjalan. Menurutnya, tanpa kolaborasi lintas sektoral yang baik angka seratus persen itu sulit diraih.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ridwan Kamil selaku Gubernur Jabar beserta jajarannya yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran untuk teman-teman penyandang disabilitas mendapatkan vaksinasi jenis Sinopharm yang merupakan vaksin hibah dari Raja Uni Emirat Arab untuk Presiden Joko Widodo. Ini merupakan capaian luar biasa, saya rasa rasa tanpa kolaborasi lintas sektoral yang baik, capaian seratus persen ini sulit diraih. Semoga dengan banyaknya teman-teman disabilitas yang sudah divaksin kekebalan komunal di kalangan disabilitas dapat terbentuk dan mereka bisa produktif lagi dan roda ekonomi kembali normal,”kata Angkie.

Angkie menambahkan dalam program vaksinasi khusus penyandang disabilitas di Jawa Barat ini ditargetkan 60.824 penyandang disabilitas bisa mendapatkan vaksinasi, namun lantaran antusias penyandang disabilitas di Jabar sangat tinggi capaiannya pun melebihi dari target.

“Sebenarnya pemerintah menargetkan untuk disabilitas bisa divaksin di Jawa Barat sebanyak 60.824, tapi karena tingginya antusias teman-teman disabilitas untuk divaksin bisa melebihi target sampai 61.438. Dengan tingginya angka pemberian vaksinasi, diharapkan dapat terbentuk herd immunity di kalangan penyandang disabilitas dan keluarganya,”tutur Angkie.

Dengan capaian itu, kata Angkie tugas berikutnya ialah mengawal pemberian dosis kedua yang sudah di mulai sejak 10 September lalu agar jumlah disabilitas yang divaksin di dosis kedua sama seperti dosis pertama.

“Tugas kita sekarang adalah mengawal supaya dosis kedua nanti jumlah disabilitas yang divaksin sama seperti dosis pertama,”tambah Angkie.

Angkie berharap pelaksanaan gebyar vaksinasi yang diadakan serentak di 20 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat yang merupakan hasil Kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten/Kota, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) ini dapat menjangkau seluruh penyandang disabilitas yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Saya juga menyambut baik dengan diadakannya Gebyar Vaksinasi di Jawa Barat, semoga teman-teman penyandang disabilitas yang belum mendapat vaksinasi bisa segera divaksin dengan mendatangi sentra-sentra vaksinasi yang ada,”sambung Angkie.

Seperti kita ketahui bahwa beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo mendapatkan vaksin hibah jenis Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab sebanyak 450.000 dosis, dan Bapak Presiden Joko Widodo mengintruksikan vaksin tersebut diberikan kepada 225.000 penyandang disabilitas.[**]

Related Articles

Latest Articles