Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Islam

Oleh : Jaharuddin

(Ketua Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBK) Universitas Muhammadiyah Jakarta)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – September 2017 terbentuk Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBK) di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Lembaga ini terbentuk dari kebutuhan dan keinginan kuat dalam pengembangan sumber daya manusia bangsa. Tradisi kewirausahaan melekat dalam diri kader muhammadiyah. Muhammadiyah menjadi organisasi massa terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah terus berkembang dengan jaringan nasional dan internasional yang kuat. Setiap struktur berkembang mengembangkan amal usahanya, menghasilkan ribuan sekolah dari PAUD sampai SMA, ribuan klinik dan rumah sakit, dan ratusan perguruan tinggi, dan berbagai aset amal usaha lainnya.

Dalam diri kader Muhamadiyah terpatri dengan kuat pola pikir wirausaha, bersahabat dengan risiko, menyukai tantangan, keinginan kuat untuk terus berprestasi, tidak mudah menyerah, memanfaatkan peluang untuk meraih keuntungan. Dengan modal yang ada, setiap struktur Muhamamdiyah terus mengembangkan amal usahanya, akhirnya berkembang dan berhasil.

Seiring perjalanan, semangat wirausaha pendahulu gerakan perlu dijaga, belakangan muncul gejala kalangan muda, semakin banyak menjadikan bekerja sebagai aktualisasi dirinya paska kuliah, maka harus dicari berbagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan kembali jiwa wirasusaha dikalangan muda Islam, salah satu yang bisa dilakukan adalah melalui inkubator.

Inkubator wirausaha adalah suatu lembaga yang melakukan proses inkubasi terhadap peserta inkubasi (Tenant). Inkubasi adalah suatu proses pembinaan, pendampingan, dan pengembangan yang diberikan oleh inkubator wirausaha kepada peserta inkubasi. Peserta inkubasi adalah wirausahawan atau calon wirausahawan yang menjalani proses inkubasi.

Dalam Perpres No. 27/2013 tujuan Pengembangan Inkubator adalah (a). Menciptakan dan mengembangkan usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi; (b). Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia terdidik dalam mengerakkan perekonomian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sasaran Pengembangan Inkubator adalah (a). Penumbuhan wirausaha baru dan penguatan kapasitas wirausaha pemula (start-up) yang berdaya saing tinggi; (b). Penciptaan dan penumbuhan usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi; (c). Peningkatan nilai tambah pengelolaan potensi ekonomi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. (d). Peningkatan aksesibilitas wirausahawan atau calon wirausahaan untuk mengikuti program inkubasi; (e).Peningkatan kemampuan dan keahlian pengelola inkubator wirausaha untuk memperkuat kompetensi inkubator wirausaha; dan. (f). Pengembangan jejaring untuk memperkuat akses sumber daya manusia, kelembagaan, permodalan, pasar, informasi, dan teknologi.

Aktivitas yang dilakukan di inkubator adalah (1). Space. Para tenant difasilitasi mempunyai kantor di incubator. (2). Shared. (3). Services. (4). Support. (5). Skill Development. Untuk menjadi pebisnis handal maka terus melakukan pengembangan diri, seperti berfikir kritis, kreatif dan inovatif, komunikatif, dan kerjasama. (6). Seed Capital. Para tenant bersama pembimbing masing-masing, mencari dana untuk pengembangan usaha. (7). Sinergy. Agar optimal, maka diperlukan sinergi semua pihak untuk pengembangan usaha.

Urgensi bisnis bagi mahasiswa sudah tidak saatnya lagi mahasiswa hanya datang, belajar di kelas, mengerjakan tugas di perpustakaan, ke masjid untuk ibadah, ke lapangan untuk berolah raga, kemudian ke kantin untuk makan, selanjutnya pulang kembali kerumah. Begitu aktivitas keseharian mahasiswa. Saatnya mahasiswa mengisi setiap derap langkah kakinya dengan aktivitas bermanfaat penuh makna dan mempercepat proses kematangan diri dengan mengerjakan lebih banyak aktivitas bermanfaat.

Salah satunya adalah memulai menjadi pebisnis saat menjadi mahasiswa, bisa ngak sih? Sudah semakin banyak contoh pengusaha mahasiswa yang berumur belasan tahun sudah memulai berbisnis. Semakin belia memulai bisnis, semakin cepat anda mempunyai pengalaman berharag untuk pengembangan bisnis. Alami dalam dunia bisnis, tidak langsung berhasil. Butuh waktu dan pengalaman yang cukup, agar bisnis berhasil dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Apakah anda mau memulainya, saat nanti anda dipecat, atau sudah jenuh dengan rutinitas sebagai pekerja, pilihan yang dulu banyak dilakukan orang. Itu mah caranya generasi colonial , anda kan generasi milenials, artinya berbeda dong dengan generasi sebelumnya. Langkahnya bagaimana? Ya dimulai saja saat anda masih kuliah, belajar manajemen waktu, belajar leadership, memimpin diri untuk mempunyai karya dan bisnis walaupun masih menjadi mahasiswa. Nilai kuliah, harus tetap terjaga namun berbisnis dimulai dan harus jalan.

Bagaimana memulainya? Berbisnis itu asyik, mudah dan menyenangkan, apa buktinya, coba anda pelajari biografi pengusaha sukses, sebagiannya drop out dari perkuliahannya karena asyik berbisnis, caranya amat sederhana, bergabunglah di inkubator bisnis, karena dengan bergabung di inkubator bisnsis, anda akan diajak bersama-sama untuk memahami mindset, perencanaan sampai menjalankan usaha dengan baik.

Beruntung bagi anda mahasiswa dimana kampusnya sudah mempunyai incubator, karena melalui incubator anda para mahasiswa cerdas akan dididik dari awal untuk menjadi pebisnis. Incubator merupakan, semakin banyak program kompetisi proposal bisnis dilakukan, ristek dikti juga mengadakan berbagai program untuk menumbuh suburkan wirausaha, diantaranya Program pengembangan kewirausahaan (PPK) ristek dikti. Program kreativitas Mahasiswa (PKM), Ekspo Kewirausahaan Indonesia (EKSPO KMI), Program calon perusahaan pemula berbasis teknologi dari perguruan Tinggi (CPPBT-PT), Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), Inovasi Industri , dan lain-lain.

CPPBT adalah calon usaha yang dibangun berbasis teknologi inovasi yang produknya sudah siap dihilirisasi dan komersialisasi (tidak dalam tahap penelitian dan pengembangan) dari perguruan tinggi. PPBT merupakan program seed funding yang diberikan kepada tenant perusahaan pemula berbasis teknologi melalui lembaga incubator bisnis untuk menjalankan proses inkubasi sehingga siap untuk menjadi perusahaan pemula bebrbasis teknologi yang mendatangkan keuntungan (profitable) dan berkelanjutan (sustainable)

Tantangan

Tidak mudah memotivasi mahasiswa untuk mempunyai ide bisnis inovatif, kalaupun mempunyai ide bisnis inovatif, tidak mudah mendorong mahasiswa untuk menuliskannya, kemudian mengkomunikasikannya kepada investor, bersemangat untuk menjalankannya. Mata kuliah kewirausahaan seringkali menjadi mata kuliah teori yang dengan berbagai kendalanya, akhirnya tanpa praktek. Dosen kewirausahaanpun mempunyai persepsi beraneka ragam terhadap cara menyajikan mata kuliah ini.

Related Articles

Latest Articles