Sudin Nakertrans Jakut Himbau Perusahaan Berikan THR H-7

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Suku Dinas Tenaga Kerja (Nakertrans) Kota Administrasi Jakarta Utara mengingatkan perusahaan agar membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Lebaran atau H-7 Lebaran. Bila tidak, maka sanksi berat siap menanti.

Kewajiban perusahaan membayar THR diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Di dalam aturan tersebut diatur kewajiban perusahaan memberikan THR kepada semua pekerja/buruh baik yang hubungan kerjanya berdasarkan PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu)/PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tetap).

“Pembayaran THR ini wajib diberikan sekali dalam setahun, sesuai dengan hari keagamaannya serta dibayarkan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya,” ujar Kepala Suku Dinas Dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Utara, Dwi Untoro, Selasa (13/6/2017).

Selanjutnya, Kata Dwi Untoro, pemberian THR Ini mengacu kepada Surat Ederan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No 3 Tahun 2017 Tentang Pembayaran THR Keagamaan.

Di dalam aturan tersebut juga dijelaskan soal sanksi bagi para pengusaha yang tidak membayarkan THR kepada pekerja/buruh. Bagi perusahaan yang terlambat membayarkan THR, dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR sejak berakhirnya batas waktu kewajiban untuk membayar.

“Denda tersebut tidak kemudian menghilangkan kewajiban perusahaan membayar THR,” imbuhnya. (MAN)

BACA JUGA  Sentra Pedagang Kemayoran Belum Mampu Tampung Banyaknya PKL Gusuran Gang Laler
SuaraJakarta.cohttp://suarajakarta.co
Suara Jakarta, Media Ibukota Indonesia

Related Articles

BACA JUGA  18 Pedagang Kantin Walikota Jakpus Ikuti Sosialisasi Auto Debet Bank DKI

Anis Matta Apresiasi Pertemuan Kapolri dengan Muhammadiyah sebagai Upaya Rekonsiliasi dan Kolaborasi

Latest Articles