Umroh Murah, Masyarakat Agar Waspada

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Maraknya berbagai permasalahan yang timbul dalam bisnis umroh, menjadi salah satu hal yang dirasa perlu untuk diperhatikan oleh JPMI karena menyangkut pembelaan terhadap ummat, dan di sisi lain ada kepentingan pengusaha juga.

Merujuk pada hal tersebut, beberapa waktu lalu JPMI DKI Jaya mengadakan JPMI TALKS dengan tema “Fenomena Umrah Murah”. Beberapa alasan JPMI mengangkat tema ini adalah pertama, banyaknya jamaah muslim yang pergi umroh setiap tahunnya, diperkirakan sebanyak 1,2juta orang/tahun. Kedua adalah banyaknya “cara” yang digunakan oleh travel Haji dan Umroh untuk menawarkan harga paket umroh murah namun sebagai kedok untuk tujuan lain, misalnya money game.

Ketiga adalah perlunya edukasi kepada jamaah untuk paket umroh yang baik itu seperti apa dan yang terakhir adalah mengedukasi pada pengusaha travel untuk memberikan pelayanan terbaik agar tidak ada lagi jamaah yang terlantar atau gagal berangkat.

Di samping itu, ada tiga hal besar yang menjadi perhatian adalah terkait pelayanan (service), harga dan birokrasi di Kementrian Agama untuk pengusaha travel umroh yang hendak mengajukan izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU).

“Pelayanan yang diberikan oleh travel Haji dan Umroh harus tepat dan tetap bisa membuat jamaah bisa beribadah dengan baik dan nyaman.” Tutut Rizaldy Latief, Direktur dari Travel Jejak Imani. Hal-hal yang membuat populernya travel tertentu adalah bagaimana paket umroh itu diperkenalkan, dengan siapa jamaah akan berangkat, misalnya dengan ustadz, tokoh atau orang yang mereka kagumi, harga dari paket tersebut dan rekomendasi para jamaah yang sudah mengikuti paket umroh dari travel tersebut.

Selanjutnya layanan yang diberikan harus sesuai dengan harga paket tersebut. Walaupun travel umroh memberikan paket yang sangat murah kepada jamaah, namun jangan sampai mendzolimi jamaah. “Rute pesawat dan banyaknya transit juga harus diperhatikan. Jangan sampai untuk ke Mekkah dari Indonesia membuat jamaah transit berkali-kali dan memakan waktu perjalanan yang sangat lama. Kedua adalah jarak hotel ke tempat ibadah.” Tutur Hammad Bawazir, Direktur dari Tiraz Travel.

Banyak travel yang menawarkan paket murah menempatkan jamaah di hotel yang jauh dari tempat ibadah dan membuat jamaah mempunyai kesulitan untuk memaksimalkan ibadahnya karena tidak efektif. Sehingga perlu dicermati bahwa untuk mencapai ibadah yang efektif bisa jadi tidak efisien (baca: murah). Kembali pada tujuan utama adalah untuk ibadah.

Related Articles

Latest Articles