Mahasiswa UNJ Gelar Aksi Peduli Rohingya Di Depan Istana Negara

SuaraJakarta.co, JAKARTA –  50 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Aksi Peduli Rohingya di depan Istana Negara menganggapi kondisi pelanggaran HAM berat militer Myanmar terhadap etnis Rohingya dan penolakan negara-negara tetangga untuk membantu pengungsi Rohingya.

Lebi dari 1000 pengungsi Rohingya yang Hijrah dari negara asalnya kini ditampung dan dibantu masyarakat pesisir Aceh setelah beberapa waktu terapung-apung di laut karena penolakan beberapa negara tetangga. Mereka keluar dari negaranya karena tindakan brutal Militer Myanmar yang senantiasa memburu dan mengusir mereka.

Menanggapi hal ini, mahasiswa UNJ merespon cepat dan menyatakan sikapnya pada aksi senin malam (18/5) di depan Istana Negara bertepatan dengan keberadaan Presiden Jokowi yang saat itu sedang di Istana Negara Jakarta.

Zarqony Alwy Ahmad yang akrab disapa Alwy selaku ketua LDK UNJ periode 2015 menyampaikan sikapnya pada orasi yang ia sampaikan (18/5). Diantaranya adalah:

  1. Mahasiswa UNJ mendesak pemerintah Indonesia agar memberi perlidungan (advokasi) kepada masyarakat Rohingya
  2. Mahasiswa UNJ menuntut presiden Jokowi untuk melakukan mediasi kepada pemerintah Myanmar terhadap masalah HAM yang menimpa masyarakat muslim Rohingya
  3. Mahasiswa UNJ mengajak masyarakat muslim Indonesia untuk peduli dan membantu masyarakat Rohingya

Tindak lanjut aksi ini adalah berupa aksi lanjutan yang lebih massif ke Kementrian Luar Negeri RI dan Kedubes Myanmar guna mendesak kedua institusi tersebut terlibat aktif secara diplomasi menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat kepada masyarakat Rohingya.

Related Articles

Latest Articles