Pengamat: Survei Anies-Sandi Terus Naik

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heriyanto menilai survei paslon Cagub dan Cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno, terus naik meskipun belum melompat secara signifikan.

“Saya melihat sebenarnya paslon Anies-Sandi grafiknya terus naik tapi belum melompat,” jelas Gun Gun Heriyanto dalam acara diskusi ‘Mencari Kandidat’ yang diselenggarakan oleh Berita Satu TV di Kemang Village, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1).

Di sisi lain, Gun Gun juga menjelaskan ada tiga klasifikasi pemilih dalam suatu pemilihan (electoral vote), yaitu pertama, Pemilih Sosiologis yang lebih mengedepankan kedekatan secara Suku atau Agama; kedua, Pemilih Psikologis yang mengandalkan kedekatan personal antara masyarakat dengan paslonnya; ketiga Pemilih Rasional yang memang benar-benar memilih karena program.

Oleh karena itu, Gun Gun menyarankan agar Paslon nomor urut 3 ini agar lebih menekankan pendekatan secara psikologis dengan berbasis pada pendekatan komunitas-komunitas yang ada di Jakarta. Hal itu diupayakan untuk mengantisipasi peluang petahana untuk bisa naik kembali (rebound) secara perolehan suara.

“Paslon Anies-Sandi butuh pemicu (trigger) di fase krusial saat ini, karena pasti petahana punya strategi rebound. Karena itu Mas Sandi harus mendekati pendekatan komunitas yang bisa bener bener menyentuh secara psikologis,” jelas Gun Gun.

Menanggapi itu, Sandiaga mengapresiasi jika survei elektabilitasnya terus naik. Dirinya juga masih yakin berpeluang menang karena semua survey masih dalam batas Margin of Error, sehingga masih berpeluang masuk putaran kedua bahkan memenangi Pilkada DKI.

“Alhamdulillah survey kita naik terus dan sedang dalam posisi bisa bersaing berpeluang untuk menang. Angkanya semua masih dalam margin of error, saya bukan ahli survey tapi saya mengerti kebutuhan warga jakarta utk mencari pemimpin baru dan juga berpengalaman,” jelas Sandiaga.

Pengusaha ternama di Indonesia tersebut juga meyakini bahwa hasil survei tidak selalu bisa dapat jadi rujukan. Hal itu berangkar dari pengalaman kemenangan Hillary Clinton yang berhasil mengalahkan Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat silam.

“Masyarakat sekarang sudah tidak terlalu lagi survey. Tapi kita percaya ada juga survey yang bukan untuk kepentingan membangun opini, tapi untuk meningkatkan kinerja dan memang untuk mengukur elektabilitas,” jelas Sandiaga.

Dengan demikan, komitmen Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah meyakini publik melalui kampanye yang bisa tampil apa adanya, penuh inovasi, efisien, dan benar-benar otentik tanpa kosmetik. (RDB)

Related Articles

Latest Articles