PDIP Tidak Terima Kekalahan Pemungutan Ulang di Kemayoran

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Tampaknya penyelenggaran Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 001, Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi momok untuk PDI Perjuangan.

Pasalnya, suara Ahok-Djarot di PSU yang berlangsung pada Minggu (19/2) kemarin itu, menjadi berkurang dan kalah dari paslon Anies-Sandi.

Pengurus Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Pusat DPP PDIP Tito Suhendro mengatakan, keluhan tersebut dikarenakan dari tahapan awal hingga pemungutan suara ulang terkesan cepat dan tidak efesien.

“Teknisnya kok gitu. Keputusannya baru hari Jumat, kemudian pembagian undangan C6 Sabtu, Minggu pemungutan ulang. Kita ngak beranggap jelek pada penyelenggara, tetapi kok gitu,” ujar Tito, Senin (20/2/2017).

Akibat proses tersebut, tingkat partisipasi pemilih pun berkurang dari jumlah yang ikut dalam Pilkada DKI 15 Februari 2017.

BACA JUGA  Komisi V Desak Penundaan Kenaikan Tarif Tol
BACA JUGA  Target Pajak Kendaraan Bermotor Turun Tahun Ini, Kenapa?

“Bukan persoalan rugi, tetapi hak konstitusionalnya pemilih tidak digunakan maksimal padahal hak konstitusinya sudah dijamin sesuai undang-undang,” ujarnya.

Sebelumnya KPU Jakarta Pusat menyelenggarakan pemilihan ulang di TPS 001, Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017) kemarin. Hal ini dikarenakan ada warga yang menyalahi penggunaan surat C6 saat pemilihan 15 Februari 2017.

Hasil dari proses pemungutan suara ulang pasangan Agus-Sylvi mendapat 15 suara, Ahok-Djarot 103 suara, dan Anies-Sandi 134. Saat pemungutan pertama Agus-Sylvi mendapat 62 suara, Ahok-Djarot 198 suara, dan Anies-Sandi 177 suara.

Related Articles

BACA JUGA  Golkar Depok: Koalisi dengan PDIP Akan Dikaji Jika Tidak Usung Rieke Diah Pitaloka

Sukses Memimpin Jakarta, Laskar Aman Dukung Anies Baswedan Sebagai Capres 2024

Latest Articles