Pasca Pengunduran Diri, Tri Djoko Jelaskan Urus Banjir Tidak Mudah seperti Kata Ahok

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Mantan Kepala Dinas Tata Air Tri Djoko Sri Margianto merasa senang sudah “lepas” dari bawahannya Gubernur DKI di lingkungan Pemprov DKI. Pasalnya, saat ini, dirinya telah resmi mengundurkan diri dari jabatan tersebut dan digantikan oleh Teguh Hendrawan, Kadis Tata Air yang baru, pada pelantikan yang terjadi Kamis (3/12).

“Sudah jadi orang bebas ini,” ujar Tri Djoko kepada wartawan usai pelantikan, di Balai Agung, Balai Kota DKI, sebagaimana dikutip dari laman Kompas, Jumat (4/12).

Tri Djoko merendah, menurutnya, alasan dirinya mundur adalah karena usianya yang sudah cukup sepuh untuk menjabat sebagai kepala dinas. Dirinya mengakui, sudah 36 tahun mengabdi menjadi PNS di lingkungan Pemprov DKI. Setelah mengundurkan diri, ia ingin lebih banyak waktu bersama dengan keluarga.

Setelah wartawan serius bertanya kepada dirinya, Tri Djoko mulai menjelaskan bahwa mengurus persoalan banjir tidaklah mudah, seperti yang dibilang Gubernur DKI Ahok.

“Tadi kan sudah dipaparin kuliah sama Pak Gubernur, kan simpel ngilangin banjir itu, kita lihat saja buktinya,” ujar Tri.

Menurut Tri, Ahok cenderung menganggap penanggulangan banjir sebagai persoalan mudah. Padahal, kata Tri, banyak permasalahan di lapangan yang dihadapi Dinas Tata Air sehingga instansi yang pernah dipimpinnya itu kurang maksimal dalam menanggulangi banjir.

“Banyak hal yang menjadi kendala. Pak Ahok mungkin melihatnya simpel, tetapi kenyataan di lapangan enggak. Kalau sudah beda cara pandang memang diskusinya lain,” ujar dia.

“Seolah-olah kita tidak menjalankan perintah, padahal banyak kendala lapangan,” kata dia lagi.

Alasan lain yang menjadi kesulitan Tri dalam menata air adalah perombakan yang sering dilakukan Basuki.

Beberapa anak buahnya yang sudah dia ajak berkoordinasi bersama diganti sehingga dia harus memulai kembali dari awal.

“Harus dilihatlah saya waktu itu (dilantik) 3 Juli saat bulan puasa. Selama 1 bulan konsolidasi, langsung ada beberapa orang eselon III diganti,” ujar dia.

Tidak banyak saran yang dilontarkan Tri Djoko kepada juniornya, Teguh Hendarwan, yang kini merupakan Kadis Tata Air yang baru.

Kabar pengunduran diri Tri Djoko ini sempat membuat kaget beberapa pihak. Sekretaris Daerah DKI Saefullah dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Agus Suradika mengaku kaget atas hal itu.

Related Articles

Latest Articles