SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Hak Angket DPRD DKI Menguat, Ahok Mulai Ketakutan?

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: IST)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: IST)

SuaraJakart.co, JAKARTA – Agenda Hak Angket DRPD DKI Jakarta sepertinya mulai menjadi ancaman buat Basuki “Ahok” Tjahaya Purnama. Demi mempertahankan jabatan Gubernur DKI dari pemakzulan, Ahok dikabarkan melancarkan lobby ke beberapa ketua umum partai politik. Suami Veronica Tan itu diam-diam menemui Ketua Umum Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh dan Ketua Umum Hanura Wiranto.

Manuver Ahok dilakukan untuk menghadang hak angket yang sudah diketok DPRD DKI pada Senin (16/2). Diketahui, posisi Ahok saat ini di ujung tanduk. Dia terancam dilengserkan karena mengirim RAPBD DKI 2015 ‘bodong’ ke Kementerian Dalam Negeri.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Bestari Barus tak membantah bila Ahok telah berkomunikasi dengan ketua umumnya, Surya Paloh. Namun, usaha Ahok terancam kandas. Sebab Surya Paloh menyerahkan proses hak angket ke DPW. “Ketua umum kami hanya menjawab itu urusan DPW dan Fraksi NasDem. Biarkan itu haknya,” ujarnya di Gedung DPRD, Kebon Sirih, (17/2/15).

NasDem kata Bestari, tak akan mengurungkan niatnya untuk mengajukan hak angket. Alasannya, terlalu banyak aturan yang telah diterabas Ahok. “Bahkan APBD ini diakui, bahwa penyusunan e-budgeting bukan oleh SKPD DKI tapi dari Tim 20 Surabaya,” jelasnya.

Gagal di Surya Paloh, Ahok merapat ke Hanura. Tapi, usaha mantan Bupati Bangka Belitung itu juga kandas. “Ahok juga mencoba komunikasi dengan Pak Wiranto. Tapi dijawab itu adalah hak DPD dan Hanura akan di depan menjalankan haknya,” tegasnya.

Pelanggaran Ahok kata dia, sudah terlalu banyak. Bahkan, Ahok berpotensi jatuh lantaran diduga penyusunan APBD dia susun dengan tim khusus. “UU itu mengatur APBD dibahas oleh DPRD serta SKPD dan bukan tim khusus,” ucap loyalis Wiranto ini seperti dikabarkan koran nonstop. [SUL]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *