DPR Minta Basarnas Kerja Cepat Temukan Pesawar Air Asia

suara-jakarta-pesawat-air-asia-bandara-kuala-lumpur-international-airport
Pesawat Air Asia di Kuala Lumpur International Airport. (Foto: Fajrul Islam/SuaraJakarta)
SuaraJakarta.co, JAKARTA — Komisi V DPR meminta Basarnas untuk bergerak cepat menemukan pesawat Air Asia yang hilang kontak sejak Minggu pagi di sekitar Tanjung Pandan dan Pontianak.

“Kami prihatin dengan musibah yang menimpa pesawat Air Asia tadi pagi. Kami berharap Basarnas bisa bekerja cepat, tepat, efektif, dan efisien untuk mengurangi jatuhnya korban sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Penerbangan dan UU SAR,” kata Yudi Widiana Adia, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Minggu (28/12).

Disisi lain, Yudi juga meminta pemerintah untuk transparan memberikan penjelasan mengenai musibah ini agar tidak membingungkan keluarga korban. Sampai saat ini, pemerintah hanya memberikan penjelasan bahwa pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501 itu hilang kontak sejak pukul 06.17 WIB.

“Kami berharap pemerintah dan otoritas bandara Juanda dan Angkasa Pura 1 untuk transparan mengungkapkan hasil pencarian. Pihak keluarga penumpang harus mendapatkan informasi yang jelas. Mereka juga harus mendapatkan pelayanan yang baik,” kata Yudi.

Yudi juga mengingatkan pemerintah dan maskapai penerbangan tidak mengabaikan keselamatan penerbangan terlebih dalam kondisi cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia pekan ini.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data awan dan cuaca di jalur pesawat AirAsia bernomor registrasi QZ8501 itu, di detik-detik hilang kontak sekitar pukul 06.00 WIB. BMKG stasiun Juanda merilis sepanjang rute penerbangan, kondisi cuaca berawan yang cukup tebal. Hal ini diperkuat dengan permintaan pilot kepada ATC sesat sebelum pesawat hilang kontak yang meminta ijin untuk bergeser ke ke kiri dan menaikan penerbangan ke ketinggian 38 ribu kaki.

“Kami berharap faktor keselamatan dan keamanan dalam penerbangan benar-benar diperhatikan. Jangan hanya karena kepentingan bisnis kedua aspek ini diabaikan, Apalagi, pesawat tetap dipaksa terbang dalam kondisi cuaca buruk,” kata Yudi.

Related Articles

Latest Articles