SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Dolar Kian Menguat, Ekonom UGM Ini Meminta Para Politisi Lebih Menahan Diri

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Prof Tony Prasetiantono. (Foto: pajak.go.id)

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Prof Tony Prasetiantono. (Foto: pajak.go.id)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Pergulatan politik yang sangat dinamis di era Presiden Jokowi selama 5 bulan kepemimpinannya, disadari hal tersebut berdampak pada ketidakpastian ekonomi Indonesia hari-hari ini

Naiknya harga BBM, tiket kereta API, beras, hingga melemahnya rupiah terhadap dolar, secara tidak langsung disebabkan karena instabilitas politik sebagai dampak dari lemahnya kepemimpinan Jokowi sebagai RI 1.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Prof Tony Prasetiantono dalam wawancara eksklusif yang dilakukan oleh Bloomberg TV pagi ini (6/4)

Menurutnya, lemahnya perekonomian makro Indonesia hari ini lebih disebabkan karena faktor-faktor non ekonomi yang terus terjadi sepanjang 5 bukan terakhir.

“Saya kira lemahnya ekonomi kita bukanlah disebabkan karena faktor-faktor ekonomi itu sendiri, melainkan faktor non ekonomi di mana Politik salah satunya”, Tegasnya yang juga menjadi ekonom Bank Permata tersebut

Dirinya berharap sebagai seorang ekonom bahwa para politisi harus bisa menahan diri agar turbulensi ekonomi tidak terus terjadi dan membuat masyarakat menjadi distrust terhadap pemerintah

“Saya kita setiap politisi harus bisa menahan diri agar politik kita tidak terus memanas sehingga membuat kondisi perekonomian Indonesia kembali membaik”, paparnya.

BACA JUGA  Terungkap, Mantan Kadisdik DKI ternyata yang Menganggarkan Pembelian UPS

Leave a Reply