SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Catat Janji Djarot Sebagai Wagub DKI Jakarta

suara jakarta djarto-wakil gubernur jakarta

Djarot. (Foto: IST)

suara jakarta djarto-wakil gubernur jakarta

Djarot Saiful. (Foto: IST)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Jika tidak ada halangan, rencananya Rabu siang ini (17/12), Djarot Saiful akan resmi menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga masa bakti periode 2012-2017. Mantan Walikota Blitar yang telah menjabat selama 10 tahun tersebut, akhirnya, berhasil menyingkirkan beberapa nama yang belakangan popular untuk menjadi orang nomor 2 di DKI ini.

Beberapa nama yang sempat beredar tersebut, yaitu Sarwo Handayani (Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) dan Boy Sadikin (putra Ali Sadikin dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah PDI Perjuangan DKI Jakarta).

Peresmian Djarot sebagai Wagub DKI tersebut, rencananya akan dilantik langsung oleh Ahok dan bukan oleh DPRD DKI Jakarta

“Pak Djarot akan dilantik hari Rabu jam 14.00. SK-nya sudah keluar tadi senin pagi. Pelantikann di Balai Agung. Aku yang lantik bukan DPRD”, kata mantan Bupati Belitung Timur pada Selasa kemarin sebagaimana disampaikan di vivanews.co.id (16/12)

Untuk mempercepat kinerjanya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan Jakarta yang tinggal tiga tahun ini, Djarot berjanji akan langsung menemui DPRD untuk menyelesaikan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPS).

“Selesai dilantik, saya akan berkunjung ke DPRD untuk meminta menyelesaikan KUA-PPS”, ujarnya seusai gladi bersih pelantikan di Balai Kota sebagaimana dikutip dari beritajakarta.com (16/12)

Selain itu, untuk memperkuat sistem pertahanan ekonomi masyarakat kecil di Jakarta, Djarot juga berjanji akan merevitalisasi pasar tradisional, mengembangkan industri kreatif dan UMKM dengan keterlibatan dari dinas terkait dan para kader-kader PKK.

BACA JUGA  Ahok Terus Meneror PNS DKI, Maunya Apa Sih?

Djarot menilai bahwa pasar tradisional lebih unik dibandingkan pasar modern. Pasar tradisional, menurutnya, lebih menekankan pada aspek interaksi sosial, yaitu terdapat proses dialog antara manusia satu dan lainnya, baik antar pembeli, antar pedangang, atau antara pembeli dan pedagang. Sehingga, Djarot sangat berkepentingan untuk menghadirkan pasar tradisional yang bersih, nyaman, dan aman dengan keterlibatan beberapa pihak terkait tentunya.

“Ini harus bareng. Kita sama kepala dinas terkait dan ibu-ibu PKK menjalankan ekonomi kerakyatan”, janjinya. (ARB)

Related Posts

Leave a Reply