Pendidikan Indonesia Masih Termarjinalkan

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Puluhan tahun setiap tanggal 2 Mei di Indonesia selalu diperingati sebagai hari pendidikan. Setiap hari itulah kita sadar bahwa pendidikan Indonesia masih jauh dari ideal. Dompet Dhuafa Pendidikan melalui Direkturnya Rina Fatimah, menyatakan bahwa dunia pendidikan Indonesia masih termarjinalkan.

“Pendidikan masih termarjinalkan dibanding bidang politik, ekonomi dan pembangunan ,” ujar Rina Fatimah Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan.

“Pendidikan itu tidak hanya sekolah, lingkungan masyarakat memegang peranan penting, televisi juga harus memberikan tayangan yang mendidik, sehingga sistem pendidikan itu terintegrasi ” Rina memperjelas.

Sementara itu, Abdul Halim General Manajer Makmal Pendidikan menyatakan permasalahan mendasar pendidikan Indonesia.

“Permasalahan mendasar pendidikan Indonesia adalah kualitas dari guru, ketersediaan akses dan sarana pendidikan, serta keteladanan,” kata Halim.

“Negara selama ini memang sering tidak hadir dalam pendidikan khususnya di daerah pedalaman, terluar dan terpencil (3T), maka masyarakat khususnya gerakan civil society harus menambal lubang tersebut,” Halim melanjutkan penjelasanya.

BACA JUGA  Lawan Pesta Bikini, Pelajar DKI Gelar Diskusi Moralitas 3 Mei 2015
SuaraJakarta.cohttp://suarajakarta.co
Suara Jakarta, Media Ibukota Indonesia

Related Articles

Latest Articles

BACA JUGA  Bukan Libur, 34 Sekolah yang Terdampak Asian Games Diminta Belajar di Rumah

Kolaborasi Fahira Idris bersama Dewan Kota di Jakarta Pusat