SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Beberkan Kecurangan UN, Kepala Sekolah Ini Alami Berbagai Teror dan Ancaman

Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti.

Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti.

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sikap berani Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, dalam membeberkan kecurangan Ujian Nasional (UN) di TV One, tampaknya harus dibayar dengan didapatkannya teror dan beragam “serangan”. Hal tersebutlah sebagaimana pengakuan dirinya dari status yang ditulis pada akun facebook pribadinya

“Sejak FSGI ‘menyuarakan’ bahwa soal dan kunci jawaban UN bocor, saya sebagai Sekjen mengalami berbagai teror dan serangan bertubi-tubi, mulai dari makian, fitnah, sampai anacaman keselamatan”, tegasnya yang juga menjadi Kepala Sekolah SMAN 3 Setiabudi, Jakarta Selatan, tersebut.

Namun dirinya mengungkapkan bahwa “serangan” tersebut tidak akan sedikitpun membuat langkahnya mundur. Justru, dirinya bersama FSGI akan tetap berjuang walau akan kehilangan banyak hal

“Namun, saya percaya pada kebenaran yang sedang kami perjuangkan. Kami tidak akan mundur selangkah pun dan akan terus berjuang sekuat kami bisa walau akan kehilangan banyak hal”, tegasnya sebagaimana dikutip dari akun facebook pribadinya pada pukul 08.00 malam (17/4)

Dirinya akan tetap meminta perlindungan dari Tuhan, sebagai satu-satunya Dzat yang melindungi para hamba-Nya dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Sebagai penutup, alumnus Pasca Sarjana UI tersebut, tetap berkomitmen tidak akan diam, karena diam dalam menyaksikan kejahatan berarti setuju akan kejahatan tersebut

“Saya percaya, Tuhan Yang Maha Kuasa dan alam semesta ini akan melindungi mereka yang mau berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. Jangan DIAM SAJA jika kita menyaksikan “kejahatan”, kalau diam maka kita setuju pada kejahatan itu… salam perjuangan!” tegasnya yang mendapat like sebanyak 120 kali pada status tersebut

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *