Patut Ditiru, Driver Grab Car yang Sadar Bayar Zakat

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Fenomena ojek dan taksi online tengah menyerang masyarakat. Sarana transportasi yang mudah, cepat dan praktis seakan menjadi kebutuhan utama mayarakat untuk mendukung segala macam aktifitas mereka. Demikian pula profesi sebagai tukang ojek dan taksi online seakan menjadi profesi yang cukup menjanjikan dengan iming-iming penghasilan setinggi langit dengan waktu cukup singkat.

Ari Darwis Sahabat Al Azhar (sebutan untuk donatur Al Azhar) yang kini menjadi Driver Grab Car Jumat siang (08/01) lalu menunaikan zakat profesinya ke Kantor Laz APU di Masjid Agung Al Azhar, Jaksel. Penghasilan yang ia raih selama menjadi driver Grab Car sudah mencapai nishab zakat profesi. Selain membayar zakat, dia juga berinfaq yang dikhususkan untuk kedua orangtuanya yang telah meninggal.

Pria yang tinggal di wilayah Cipete, Jaksel ini menceritakan lika likunya menggeluti profesi baru sebagai Driver Grab Car, namun harus tetap dihadapi. Misalnya, kemacetan dan lamanya menunggu penumpang. Namun hal ini yang selalu ia syukuri. Karena ia percaya dari situlah kebahagiaan akan datang.

Ari juga mengaku sering mendapat pengalaman unik. Salah satunya ketika mengantar Finalis Putri Indonesia ke Bandara Soeta yang terburu-buru karena khawatir ketinggalan pesawat. “Saya kaget ketika pas ngaku kalo penumpang saya itu Puteri Indonesia dan bilang terima kasih ke saya karena sudah diantarkan,” katanya.

Meski kini hari-harinya lebih sibuk karena harus menunggu penumpang via gadget, namun ia tidak lupa untuk beribadah. Ia tetap sadar ada hak orang lain dari harta yang dia peroleh dari profesi barunya ini. “Alhamdulillah hasilnya lumayan. Saya ingin mempelajari sistemnya dulu dan kedepan ingin membuka bisnis serupa atau menjadi bos para driver Grab Car,” ujarnya.

Ari Darwis merupakan Sahabat Al Azhar yang selalu setia mensupport program-program komprehensif APU dan ingin membantu berbagi Info kebaikan melalui materi-materi promosi APU yang ada dimobilnya. Di akhir kunjungannya dia meminta diri untuk membawa beberapa katalog dan brosur program Al Azhar. “Semoga aja nanti ada penumpang yang turut tergerak hatinya bersama-bersama membangun Indonesai bersama Al Azhar,” pungkasnya.

Related Articles

Latest Articles