Palestina, Negara Kecil Produsen Banyak Penyair Ternama

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Para kaum santri Indonesia menyelenggarakan Malam Pembacaan Puisi dan Doa untuk Palestina di Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis (24/8) malam.

Mereka berkumpul untuk menyuarakan Kemerdekaan Palestina dan menentang aksi pendudukan Zionis Israel yang semakin brutal belakangan ini.

“Saya ingin mengatakan bahwa malam pembacaan puisi palestina adalah produk para santri. Yang menggagas acara pada malam ini adalah santri senior, sekaligus juga mertua saya, Kyai Mustofa Bisri,” jelas Ketua Panitia Acara Ulil Abshar Abdalla di depan ribuan orang yang hadir hingga di luar gedung pada malam itu.

Tokoh Nahdlatul Ulama senior itu menegaskan KH Mustofa Bisri berperan penting sebagai insiator acara tersebut. Sebab, awal dimulainya karir sosok yang kerap disapa Gus Mus tersebut adalah saat dirinya menjadi penyair di TIM tahun 1982 dengan membawa puisi tentang Palestina, karya Harun Hasyim Rasyid yang berjudul “Filastini ala Filastini”.

“Rupanya Gus Mus kangen dengan momen itu, lalu munculnya event malam ini,” seloroh Ulil dengan disambu tawa hadirin.

Selain itu, Ulil juga ingin menjelaskan bahwa alasan diselenggarakannya acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap bangsa Palestina, bahkan dengan cara budaya, yaitu melalui puisi.

“Banyak yang lupa bahwa Palestina adalah negara kecil yang memproduksi banyak penyair luar biasa hebat. Salah satunya yaitu Mahmud Darwis, puisi-puisinya dibacakan malam ini dan diterjemahkan oleh Taufik Ismail dan juga Abdul Hadi WM. Mahmud Darwis berulang kali sengaja ingin masuk Israel hanya untuk membacakan puisi,” jelas Ulil.

Tokoh-tokoh santri pun banyak yang hadir di acara ini. Mulai dari Mahfud MD, Inayah Wahid, Zuhairi Misrawi. Beberapa tamu kehormatan pun turut hadir seperti Mendikbud Muhadjir Effendy, Dubes Qatar untuk Indonesia, serta perwakilan negara-negara arab untuk Indonesia. (RDB)

Related Articles

Latest Articles