NU Hadirkan Mudik Gratis, Muhammadiyah Dirikan Posko Kesehatan

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah ikut membantu pemerintah memberikan pelayanan selama penyelenggaraan Mudik 2017.

Hal itu tercermin dari sikap positif yang ditunjukkan dari kedua ormas tersebut, semata-mata agar warga yang mudik tetap dalam kondisi prima selama di perjalanan.

Muhammadiyah, misalnya. Melalui Lembaga Zakat Infak Sodakoh, Muhamadiyah memberikan pelayanan kepada pemudik berapa Posko istirahat. Aksi sosial dari masyarakat muhamadiyah ini diberi Tema ‘MUDIKMU Aman’
Sepanjang Jawa Barat Hingga Jawa Timur ada 57 Posko. Posko ini dilengkapi 14 fasilitas penunjang seperti penyediaan air panas, pelayanan pijat, tempat istirahat, toilet dan Peta mudik dan lain lain.

Direktur Utama Lazismu, Andar Nubowo mengatakan mudik sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia, Hal ini menjadi perhelatan penting satu tahun sekali. Untuk itu selaku lembaga pengumpul zakat Maka Lazismu berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.

“Kita melihat betapa penting nya mudik, untuk itu kita mau ambil bagian dalam kegiatan penting ini,” ujarnya di gedung pusat dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya no 62 Jakarta Pusat, Selasa (20/6).

Lebih lanjut Andar mengatakan tahun ini MUDIKMU Aman Baru ada di pulau Jawa, tidak menutup kemungkinan di tahun mendatang MUDIKMU Aman diselenggarakan di seluruh Indonesia.

Andar berharap MUDIKMU Aman mampu mengurangi tingkat kecelakaan di jalur mudik pulau Jawa. Sebab sejatinya keberadaan MUDIKMU Aman ada untuk meningkatkan stamina Para pemudik. “Baik pemudik yang menggunakan Roda dua maupun Roda empat bisa Datang dan beristirahat untuk mengembalikan stamina nya,” ujar Pria yang sedang melanjutkan studinya di negara Prancis ini.[]

Mudik Gratis NU

Seakan berlomba dalam kebaikan, NU pun juga terlibat aktif dalam mudik kali ini. Ormas yang didirikan sejak tahun 1926 tersebut, menyelenggarakan program mudik gratis bareng Nahdlatul Ulama (NU) .
Melalui program tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulam (PBNU) berupaya hadir untuk warga NU yang ingin silaturrahim bertemu keluarga di kampung halaman.

Mudik gratis tersebut secara resmi diberangkatkan hari ini, Ahad (18/6/2017) ke sejumlah kota tujuan di Indonesia. Para pemudik diberangkatkan secara serentak di sekitar Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

“Sebelum pemberangkatan, acara seremoni mengiringi para pemudik. Secara resmi para pemudik yang berjumlah sekitar 2400 orang akan dilepas oleh Ketua Umum PBNU,” jelas Panitia Pelaksana Mudik Gratis, Mujahidin, Sabtu (17/6) sebagaimana dikutip dari laman NU Online

Program yang digawangi Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU ini setiap tahun mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari warga NU di kota metropolitan, Jakarta.

Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin menyatakan, tradisi mudik perlu difasilitasi karena di dalamnya mengandung tujuan silaturrahim bertemu keluarga, saudara, dan handai taulan di kampung halaman.

“Bahkan saya mendorong kepada para pemudik agar kembali ke ajaran para kiai di kampung. Sowan juga ke kiai-kiai di kampung, baik yang telah meninggal maupun yang masih hidup,” jelas Ali Sobirin dalam kesempatan yang sama.

Program mudik gratis ini dibuka pada 3 Juni 2017 lalu untuk mendapatkan formulir. Setelah itu, para pemudik menukarkan formulir tersebut dengan tiket pada 10 Juni 2017. LTM PBNU akan terus berkomitmen memenuhi kebutuhan para pemudik, khususnya warga NU setiap tahun.

Related Articles

Latest Articles