Modus Baru Penipuan ATM Dengan Contact Center Palsu Kembali Marak

SuaraJakarta.co, Jakarta – Seorang warga hampir menjadi sasaran para penjahat kasus penipuan modus baru di ATM di Jalan Robusta Raya Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Beruntungnya, korban bernama Agus ini langsung menyadari ada yang janggal pada mesin ATM tersebut.

“Pada saat saya memasukkan kartu ATM saya mau melakukan transaksi di ATM tersebut namun tiba tiba ATM tidak memproses transaksi pas saya tekan cancel, kemudian ATM saya tidak bisa keluar saya lihat ada ganjalan di tempat untuk memasukkan kartu itu ternyata ada ganjalan kaya sejenis apa saya kurang paham bentukanya,” kata Agus.

Korban mengatakan saat itu ia melihat sebuah stiker yang terdapat nomor call center yang dapat dihubungi jika terjadi kendala saat mengambil uang ATM lalu korban langsung menelepon call center palsu tersebut.

BACA JUGA  Dua Nama Cawagub DKI Sudah Diserahkan, Sekda Tunggu Arahan Gubernur Anies
BACA JUGA  Partai Gelora DKI Jakarta: #GelorakanBelaNegara!

“Terus ada nomer call center palsu yang mengatas namakan BNI,iya nomer palsu dari mesin ATM dengan kertas itu dan stiker yang tertera dengan tulisan embel embel,lalu saya mencoba menelepon tidak lama mati teleponnya terus call senter itu telepon kembali beberapa kali tapi tidak saya angkat,karena saya berpikiran karena itu bukan nomer call senter yang asli,” tambahnya.

Karena korban panik, sehingga korban langsung melakukan pemblokiran ATM tersebut dan korban langsung melakukan pelaporan di Polsek terdekat, kemudian para petugas setempat langsung mengecek mesin tersebut dan ternyata benar adanya.

“Saya melakukan pemblokiran untuk kartu saya yang tertelan,dan saya langsung melapor ke Polsek terdekat sini,” tandasnya.

BACA JUGA  Satpol PP Bersihkan Baner Yang Nempel Di Tiang Dan Tembok

Beruntung Agus dengan cepat menelepon nomer call center yang asli dan langsung melapor ke Polsek terdekat sehingga Agus tidak mengalami kerugian.[***]

Sumber : (Warung Jurnalis)

Related Articles

BACA JUGA  Ardy: "Edukasi Siaga Corona Motonya Sigap, Tanggap, dan Waspada"

Anis Matta Minta KPU RI Tidak Persulit Keberadaan Partai Baru

Latest Articles