Jelang Lebaran, DPR Minta Pemerintah Perbaiki Infrastruktur Mudik Jalur Pantura

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana berharap tahun ini pemerintah dapat lebih siap mengantisipasi arus kendaraan yang melalui jalan tol. Hal itu agar kemacetan parah di Tol Cipali tidak terulang kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Saya harap pihak pengelola tol membuat rekayasa pengaturan untuk mempercepat transaksi di gerbang tol,” ujar Yudi saat memimpin rombongan Komisi V DPR RI meninjau kondisi infrastruktur dan pelayanan di sejumlah ruas tol di jalur pantura, Kamis (23/6).

Selain itu pengaturan keluar masuk kendaraan di rest area maupun parkirnya perlu diperbaiki. Selama ini saat arus kendaraan tinggi, persoalan di rest area menjadi sumber kemacetan.

Sementara itu untuk ruas tol baru Pejagan – Brebes, Yudi meminta pengelola jalan tol mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM), agar kenyamanan dan keamanan terlayani dengan baik, baik selama arus mudik maupun arus balik.

Oleh karena itu, faktor keamanan dan kenyamanan di jalur mudik sangat penting untuk menekan risiko kecelakaan.

“Aspek pengawasan dari pihak regulator dan penegak hukum pada angkutan umum juga jangan sampai menurun agar faktor keamanan dan kenyamanan pemudik terjaga,” tegas politisi dari Jawa Barat ini.

Selain persoalan tol, dalam kesempatan tersebut, Yudi juga tak lupa mengingatkan akan potensi banjir rob akibat limpasan air laut ke darat di sepanjang jalur pantura. Menurut Yudi, harus ada skenario pengalihan lalu lintas jika Rob menggenangi jalan yang bisa membuat jalur Pantura lumpuh.

“Pengalaman menunjukkan, fenomena alam seperti Rob tidak mampu diantisipasi dengan baik. Bahkan pernah jalur Pantura lumpuh selama beberapa hari. Ini harus diwaspadai,” papar Yudi.

Dalam hal penggunaan sepeda motor selama mudik, Yudi berharap adanya minimilasir akan hal tersebut karena terkait faktor keselamatan selama di perjalanan. Oleh karena itu, Yudi meminta pemerintah lebih gencar menyosialisasikan kelebihan pengangkutan motor dengan kereta dan truk. Selain itu, Yudi juga berharap masyarakat jangan memaksakan diri untuk mudik dengan sepeda motor, di satu sisi mengabaikan soal keselamatan.

“Selama ini pengguna sepeda motor di jalan saat mudik cukup mendominasi. Setiap gelaran mudik Lebaran, sepeda motor terus menjadi alternatif transportasi,” jelas Yudi.

Oleh karena itu, Yudi juga berharap angkutan mudik gratis semestinya bisa mengurangi jumlah pengguna sepeda motor, bukan malah membuat operator bus umum kehilangan penumpangnya.

“Pemerintah harus mengatur keberadaan penyelenggaraan mudik gratis,” pungkas Yudi.

Related Articles

Latest Articles