SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Indonesia Mulai Dikepung Tenaga Kerja Tiongkok, Ilegal Pula!

(Foto: Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Orang-orang Tiongkok mulai membanjiri Indonesia. Tak hanya yang resmi, yang ilegal pun juga merambah ke sektor-sektor tenaga kerja di dalam negeri.

Hal itu sebagaimana ditemukan oleh Tim Keamanan Gabungan wilayah Kecamatan Mapanget, Manado, Sulawesi Utara yang menankap 11 WNA asal Tiongkok ilegal.

Dikutip dari laman Liputan 6, Jumat (26/2), kepastian status ilegal tersebut didapat setelah hasil pemeriksaan Kantor Imigrasi Kelas 1 Manado bersama aparat Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget.

“Kesebelas pekerja asing diduga asal Tiongkok itu didapati mendiami sebuah rumah di Kelurahan Paniki Bawah lingkungan II,” kata Lurah Paniki Bawah, Trintje Amik, di kawasan perumahan Taman Sari Metropolitan Manado, Jumat, 26 Februari 2016.

Trintje menuturkan, pengungkapan terjadi setelah aparat gabungan berkeliling di wilayah Mapanget. Saat rumah para WNA didatangi, tidak ada satupun dari mereka yang mengerti Bahasa Indonesia. Mereka harus memanggil orang lain yang kemudian diketahui sebagai penerjemah mereka.

Aparat kemudian menanyai dan meminta mereka menunjukkan dokumen legal. Nyatanya, mereka tidak bisa menunjukkan satupun dokumen, baik paspor, KITAS, maupun KITAP.
“Padahal mereka sudah dua bulan ada, dan sama sekali tidak melaporkan ke kelurahan kalau mereka berdomisili di tempat tersebut. Padahal seharusnya kami diberitahukan,” kata Trintje.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan penerjemah para WNA itu, mereka menyelundup masuk ke wilayah Manado untuk ikut bekerja dalam pembuatan jalan tol Manado-Bitung. Hal itu dibenarkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Manado, Montano F Rengkung.

“Mereka tidak dapat menunjukkan paspornya saat kami memeriksa dokumen dan izin keimigrasian dan visanya juga tidak ada. Jadi, kita tidak bisa menentukan izin apa yang mereka pegang,” kata Montano.

Para WNA itu kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Manado untuk dimintai keterangan. “Kami akan memprosesnya lebih lanjut jadi mereka kami bawa supaya dari berita acara pemeriksaan jawaban mereka jadi bukti bahwa paspornya tidak ada,” tukas Montano.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *