Lomba Karikatur Nabi Muhammad Langgar HAM dan Rusak Kerukunan Umat Beragama

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Aktivis Hak Asasi Manusia sekaligus Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center, Sylviani Abdul Hamid memprotes acara lomba menggambar karikatur Nabi Muhammad SAW, karena dianggap melanggar The Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia) PBB Tahun 1948 maupun International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. “Acara tersebut jelas melanggar Dokumen Internasional,” jelas Sylvi.

Sylvi menegaskan, dalam Dokumen Internasional seseorang bebas dalam menjalankan –hak dan kebebasan-kebebasannya di masyarakat, akan tetapi terdapat pembatasan-pembatasan dan tidak boleh bertentangan dengan tujuan dan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagaimana article 29 DUHAM.

“Kami menuntut Pemerintah Negara Bagian di Amerika tersebut untuk meminta maaf,” protes Sylvi saat dihubungi pada Diskusi terbatas dibilangan Cilangkap. Sebagaimana diketahui kontes lomba karikatur Nabi Muhammad SAW digelar di Curtis Culwell Center, Garland, Texas, Amerika Serikat pada Minggu (3/5) waktu setempat, diselenggarakan oleh America Freedom Defense Initiative sebuah organisasi yang aktif menyebarkan kebencian terhadap Muslim.

BACA JUGA  Hembuskan Isu Makar, Upaya Mengaburkan Pokok Permasalahan
BACA JUGA  "Yang menentukan Sah Tidaknya Hasil Audit BPK, Hakim di Pengadilan, Bukan KPK"

“Karena kelalaian Negara Bagian dan seolah pembiaran, sehingga acara kontes tersebut dapat berlangsung,” sambung Sylvi. Padahal menurutnya acara ini merupakan ancaman atas kerukunan beragama yang bertentangan dengan nilai-nilai tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB.

“Amerika sebagai Negara yang katanya menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia seharusnya menjadi contoh penegakan HAM, bukan malah mencontohkan penodaan terhadap Agama Islam melalui lomba pembuatan karikatur Nabi Muhammad yang oleh Umat Islam merupakan sesuatu yang sakral ,” pungkas Sylvi. (HK).

Related Articles

BACA JUGA  Aktifis HAM Mengutuk Pembakaran Masjid Tolikara

Milad Ke-66 Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Alumni Luncurkan Buku Saniri Negeri Dalam Tata Hukum Nasional

Latest Articles