Jokowi Dengar Suara Masyarakat, Eksekusi Mary Jane Ditunda

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Keputusan pemerintah untuk menunda eksekusi mati terhadap korban perdagangan manusia asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, mendapat apresiasi dari aktivis kemanusiaan dan netizen global, khususnya di Filipina dan Indonesia.

Ruli Manurung, pembuat petisi penolakan hukuman mati Mary Jane, di laman www.change.org/SelamatkanMaryJane menyatakan apresiasi mendalam terhadap keputusan tersebut. Dalam updatenya pagi ini kepada lebih dari 12.600 penandatangan petisi ia mengatakan:

“Semoga keadilan yang sebenarnya bisa muncul melalui proses pengusutan kasus perdagangan manusia, di mana Mary Jane akan diminta untuk bersaksi.

Terima kasih bapak presiden @jokowi_do2, karena bapak sudah mau mendengarkan aspirasi kami. Dalam hal ini bapak telah menunjukkan ketegasan dalam menegakkan keadilan yang dilandasi kemanusiaan.”

Ia juga menekankan peran pendukung petisi terhadap keberhasilan ini:

BACA JUGA  Kalah Gugatan Kasus Bus Transjakarta, Ahok Harus Bayar 7,6 Miliar ke PT. Ifani Dewi

“Kalaupun petisi ini telah memainkan peran –sesedikit apapun– dalam pertimbangan yang diambil untuk membatalkan eksekusi Mary Jane, maka usaha Anda telah menyelamatkan satu nyawa dari pembunuhan.”

Mensesneg Pratikno, seperti dikutip dalam situs resmi Setneg RI, Rabu (29/4) pagi, mengemukakan bahwa keputusan menunda hukuman mati Mary Jane Veloso, selain karena pertimbangan proses hukum yang sedang berjalan di Filipina, juga karena Presiden mendengar masukan dari masyarakat.

“Presiden Jokowi mendengar dan memperhatikan suara para aktivis kemanusiaan yang terus menemaninya dalam menjalankan tugas konstitusionalnya,” kata Pratikno. …Dalam kasus-kasus kemanusiaan, Presiden meminta agar para aktivis tidak lelah memberi masukan pada Presiden dalam mengambil keputusan.

Momentum menjelang eksekusi Mary Jane, yang dijadwalkan dini hari 29 April sempat memicu aksi solidaritas netizen global, ditandai dengan munculnya tagar #BiarkanHidup, disusul dengan tagar #MaryJaneLives yang menjadi Trending Topik di twitter. Netizen meminta Jokowi dan Jaksa Agung untuk membatalkan eksekusi.

BACA JUGA  Dani Anwar : Dengan Amandemen Kelima UUD 1945, Sistem Tata Negara dan Hukum Kita Akan Lebih Baik

Hanya beberapa jam setelah eksekusi ditunda, Organisasi asal Filipina, Church Response yang galang dukungan lewat www.change.org/SaveMaryJane mengirimkan ucapan terima kasih pada lebih dari 182 ribu orang yang mendukung petisi tersebut.

“Miracles happen when people choose to stand for justice. We would like to thank you all signing our petition and to everyone who worked to #SaveMaryJane.

More than 182,000 people across the world, including you, helped save a life”

Untuk melihat jumlah terakhir penandatangan dan komentar terkait petisi penolakan hukuman mati Mary Jane, silakan kunjungi www.change.org/saveMaryJane (petisi Filipina) dan www.change.org/SelamatkanMaryJane (petisi Indonesia).

SuaraJakarta.co
Author: SuaraJakarta.co

Related Articles

Latest Articles