DPR Tegaskan Ada Sandiwara Di Balik Mundurnya Bos Freeport

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan bahwa ada sandiwara lain yang terjadi dibalik mundurnya Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoeddin.

Demikian disampaikan Fahri kepada suarajakarta.co, saat berkunjung di acara Refleksi 69 Tahun BPK di Gedung BPK, Jakarta, Selasa (19/1).

“Kemunduran Maroef, menurut saya, menunjukkan betapa makin pentingnya DPR untuk terus menginvestigasi apa yang sebenarnya terjadi di Freeport. Dan, sandiwara-sandiwara apa lagi yang sedang dimainkan. Kartu apa yang sedang digunakan,” jelas politisi dari daerah pemilihan NTB ini.

Sandiwara kemunduran presdir PT Freeport ini, menurut Fahri, bermula saat mundurnya Jim Bob Moffet dari kursi Komisaris Utama Freeport-Mc Moran yang ada di Amerika Serikat. Lalu, adanya kunjungan Dubes Amerika Serikat Robert Blake yang dinilai membawa pesan khusus dari Washington.

BACA JUGA  DPR: Kemenag Perlu Restrukturisasi Agar Anggaran Pendidikan Islam Naik
BACA JUGA  Fahri Hamzah Sebut Kinerja Kejagung Terbaik Dibanding KPK dan Polri Dalam Pengembalian Uang Negara

“Ada permainanan tingkat tinggi yang sedang dimainkan Freeport. Saya enggak tahu, apakah Maroef bekerja dengan benar atau tidak. Tapi ini adalah permainan-permainan yang sedang dilakukan Freeport,” papar Fahri.

Diketahui, pada Senin (18/01/2016) kabar tentang mundurnya mantan Wakil Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) Maroef Sjamsoeddin terkuak dari adanya surat yang ditujukan kepada pimpinan Freeport McMoran di Amerika Serikat.
Inti dari surat tersebut, mundurnya Maroef karena masa jabatannya telah habis. Dan, permintaan perpanjangan jabatan yang ditawarjan Freeport McMorran, ditolaknya.

“Dengan berakhirnya masa kontrak saya, selama satu tahun sebagai karyawan pada posisi jabatan yang dipercayakan sebagai Presiden Direktur Freeport Indonesia, dan (adanya) tawaran perpanjangan dari pimpinan Freeport McMoran, saya telah berkirim surat pengajuan penguduran diri sebagai Presiden Direktur Freeport Indonesia,” tulis Maroef. (iman)

BACA JUGA  Kalah Gugatan Kasus Bus Transjakarta, Ahok Harus Bayar 7,6 Miliar ke PT. Ifani Dewi
BACA JUGA  IPW Mendukung Langkah Ahok Gusur Kampung Pulo, Tapi...

Related Articles

Latest Articles