Gubernur Larang Takbir Keliling, Ketua DPW Gema Keadilan DKI Anggap Takbiran Sebagai Tradisi Budaya Positif, Sebenarnya Apa Alasan Djarot?

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Malam takbir Idul Fitri sejatinya menjadi malam kebahagiaan untuk umat muslim. Pasalnya, malam itu adalah malam kemenangan setelah puasa satu bulan yang penuh kebaikan.

Namun, di Jakarta saat ini malam takbiran menjadi polemik tersendiri. Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengeluarkan kebijakan larangan untuk umat muslim gelar takbir keliling. Sontak, hal itu menjadi perbincangan banyak pihak.

Ketua DPW Gema Keadilan DKI Jakarta, Ardy Purnawan Sani angkat bicara soal ini. Ardy merupakan bagian pihak yang sepakat dengan adanya takbir keliling di Jakarta.

Menurut Ardy, hal itu bagian dari tradisi dan budaya positif warga Jakarta saat mengekspresikan kemenangan di malam Idul Fitri.

BACA JUGA  Tsunami Banten-Lampung, Pemprov DKI Hadir Memberikan Bantuan

“Takbir keliling kan tradisi dan budaya yang harus dilestarikan, karena sebagai syiar Islam. Juga sebagai bentuk ekspresi kegembiraan umat muslim setelah menahan hawa nafsu sebulan penuh berpuasa,” tutur Ardy di Jakarta, Jumat (23/6/2017).

BACA JUGA  Ketua Tim Pengawas Haji Sebut Ada 225 Jamaah Haji yang Hilang di Tragedi Mina

Namun, pria asli anak Tanah Abang itu menyarankan agar malam takbiran yang digelar warga harus berjalan tertib. Untuk itu, disitulah peran pihak keamanan dalam menertibkan suasana malam takbiran.

“Sangat penting melibatkan petugas keamanan, agar malam takbiran/ kegiatan takbir keliling tetap aman dan kondusif,” kata pria berkacamata itu.

Selain itu, Ardy menyayangkan sikap gubernur yang tidak kooperatif dengan pendapat sebagian umat muslim yang menginginkan takbir keliling. Padahal, masalahnya terletak pada kemanan.

BACA JUGA  Jelang HUT Jakarta, 150 E-Commerce Tawarkan Diskon Hingga 95 Persen

“Kalau gubernur khawatir tidak aman saat takbir keliling, ya setidaknya minta bantuan pihak kepolisian agar turut serta mengamankan jalannya takbiran,” saran Ardy.

Mayoritas umat muslim di Jakarta menginginkan takbir keliling, namun gubernur melarangnya. Entah apa alasan sebenarnya larangan itu. Saat ini, warga Jakarta butuh dukungan gubernur untuk melaksanan takbir keliling. (JML)

BACA JUGA  BPOM DKI Temukan Gudang Penyimpanan Produk Kadaluarsa 

Related Articles

Latest Articles