Chatib dan Bambang Punya Pandangan Berbeda Soal Pelemahan Rupiah, Kenapa?

Suarajakarta.co, JAKARTA – Melemahnya rupiah terhadap dollar hingga menembus level Rp. 13.300, ditanggapi berbeda oleh Chatib Bisri dan Bambang Brodjonegoro. Chatib adalah mantan Menteri Keuangan era Pemerintahan SBY, sedangkan Bambang adalah Menteri Keuangan era Jokowi saat ini. Uniknya, mereka berdua adalah sama-sama alumnus Fakultas Ekonomi UI dan sama-sama pernah menduduki jabatan struktural di Kementerian Keuangan era SBY: Chatib sebagai Menkeu dan Bambang menjadi Wamenkeu

Pandangan berbeda tersebut sebagaimana cropping image yang diunggah oleh pemilik akun facebook Hilman Miladi. Di timeline facebooknya, Hilman membedakan cara menanggapi krisis yang berbeda di antara Chatib dan Bambang. Chatib Bisri, sebagaimana dikutip dari Okezone (17 September 2014), menyampaikan bahwa tiap rupiah melemah Rp. 100, negara akan dirugikan sebanyak Rp. 2,6 Triliun. Sedangkan, Bambang, sebagaimana dikutip dari Kompas.com (10 Maret 2015) menyatakan bahwa tiap pelemahan Rp 100 terhadap Dollar AS, APBN mendapatkan tambahan Rp 2,3 Triliun

Menanggapi postingan cropping image tersebut, banyak akun pribadi facebook lainnya sumbang sindiran dan pendapat

“Pak Bambang takut kena reshuffle yak, ngomong gitu”, sindir Ai Hermayadi

“Rakyat dianggap bodoh kabeh oleh Pak Bambang. Rezim Penipu Masih Berlanjut”, tegas Darsono Budi Futbohollic

“Ha ha ha ha… Pak Bambang sudah lulus diklat revolusi mental”, sindir keras Pakne Thole Genduk. (ARB)

Related Articles

Latest Articles