Astaghfirullah! Di depan Anak SD, Ahok Sebut Bilang “Tai” adalah Hal yang Biasa

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Kepala daerah tidak sekadar kepala pemerintahan yang mengatur jalannya kelembagaan secara keseharian (daily official), tetapi juga kepala bagi masyarakat yang memberikan contoh teladan terbaik yang diikuti oleh banyak orang (daily example).

Untuk poin pertama, Gubernur DKI Ahok layak diacungi jempol, meskipun masih banyak kekurangan dan resistensi yang tidak sedikit. Namun, dalam hal memberikan keteladanan, tampaknya Ahok masih belum dapat dikategorikan sebagai pemimpin yang layak diikuti perangainya.

Lihat saja perangainya ketika mantan orang nomor satu di Belitung Timur tersebut bicara dihadapan puluhan anak-anak sekolah dasar (SD) yang tengah mengadakan acara di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam sambutannya di hadapan puluhan anak kecil, Ahok menjelaskan masa kecilnya yang terbiasa mengeluarkan kalimat tidak ‎pantas tersebut.

“Kita terbiasa dari kecil, seperti saya kenapa saya bisa keluar kata-kata kotoran tai? Karena di kampung saya ada Pasar Tai Asu. Kalau ditanya tinggal dimana dulu, dijawab ya itu di Tai Asu gitu,” ujar Ahok, sebagaimana dikutip dari laman Rmol.co, Jumat (19/6).

Bahkan, umpatan “tai” itu menurutnya adalah hal yang biasa kita Dengar. Jadi, masyarakat tidak perlu untuk mempersoalkan.

“Jadi itu sesuatu yang biasa kita dengar. Itu bahasa yang biasa kita dengar. Kenapa jadi masalah?” katanya lagi.

Tak hanya itu, Ahok juga memberi contoh kalimat kasar lain yang biasa ia dengar. Kali ini ia mengambil istilah ‘bajingan’ dari Kupang.

“Sama kaya orang Kupang, kalau kita naik motor dan pakai kacamata dan lewat pasti kata orang ‘wah om bajingan sekali’ katanya. Maksudnya keren sekali Maksudnya gitu loh. Jadi tiap-tiap daerah itu beda-beda bahasanya,” katanya.

Mendengar kalimat yang dilontarkan Ahok tersebut, para peserta, guru dan tamu yang hadir di acara tersebut hanya tertawa pelan.

Sebagaimana diketahui, pada hari Jumat menyerahkan Piala Gubernur DKI Jakarta kepada pemenang program Antangin Junior Creative Green School 2015. Program tersebut menetapkan kelima finalis sekolah terbaik dari 25 sekolah dasar mempresentasikan programnya di depan juri.

Kelima sekolah tersebut adalah SD Tarakanita II Jakarta Selatan, SDN Kebon Jeruk 11 Jakarta Barat, SDN Cibubur 11 Jakarta Timur, SDN Sungai Bambu 05 Jakarta Utara dan dan Tanjung Barat 09 Jakarta Selatan.

Related Articles

Latest Articles