Anugerah Setelah Puluhan Tahun Tak Berobat

SuaraJakarta.co, CIPUTAT, TANGERANG SELATAN – Ibu Naiyah (51) tengah terbaring dalam perawatan intensif di ruang rawat inap (Irna) Layanan Kesehatan Cuma-Cuma, Dompet Dhuafa (LKC-Dompet Dhuafa). Ia berdomisili di Desa Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Depok.

Awalnya Naiyah hanya menjalani rawat jalan. Namun karena penyakit yang dideritanya agak parah, akhirnya ia harus dirawat di Irna LKC Dompet Dhuafa di tangani langsung oleh relawan dokter Spesialis Penyakit Dalam LKC, dr Dwi Rahmah, Sp.D.

Memasuki hari ketiga perawatan, Naiyah ditemani anaknya bernama Habibah (32),  yang secara aplusan sehari sekali dengan anggota keluarganya lain. Naiyah tampak kepayahan, bahkan untuk menjawab beberapa pertanyaan ia terlihat menyusun napasnya dengan jerih. Tangannya dipasangi infus, selang oksigen di pasang di hidung dan melilit di sekitar wajahnya. “Maaf, saya agak susah ngomong nih,” lirih bu Naiyah.

Seperti dituturkan Habibah, ibunya memasuki hari ketiga ini kondisinya agak menurun. Menurut dokter penyakitnya sudah komplikasi. Awalnya Naiyah hanya mengalami penyakit darah tinggi, karena tidak rutin berobat, kini penyakitnya menjalar ke bagian lain. “Komplikasi berujung pembengkakan paru-paru,” ucap Habibah sedih.

Dokter berpesan, agar Naiyah rutin diperiksa setiap bulan sekali. Selama ini anjuran dokter tidak kunjung bisa dipenuhi karena kondisi keuangan yang tidak mencukupi. Pengobatan pun terhenti. Menurut Habibah, barulah awal April 2012 ini, pengobatan Naiyah dapat berlanjut ke LKC Dompet Dhuafa setelah puluhan tahun ia mencoba mengobati sendiri dengan obat warung.

Naiyah bersama anaknya Habibah pun bersyukur atas anugerah ini, ia tidak dapat membayangkan kalau mereka tidak mengenal LKC Dompet Dhuafa, bisa jadi ia akan tetap dengan segala derita sakitnya. (Aljon Ali Sagara)

Related Articles

Latest Articles