Presiden Jokowi Apresiasi Pelaksanaan Peparnas XVI Papua yang Berjalan Lancar

0
127
Presiden Joko Widodo memberikan keteranga pers di acara penutupan Peparnas XVI di Papua, didampaingi Menpora Zainudin Amali dan Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia - (SuaraJakarta.co).

SuaraJakata.co, Papua – Pelaksanaan olahraga tingkat nasional khusus penyandang disabilitas atau Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI yang digelar sejak 5 November 2021 resmi ditutup oleh Presiden Joko Widodo, di Stadion Mandala Jayapura, di Papua, Sabtu (13/11). Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia yang juga seorang penyandang disabilitas ikut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam penutupan Perparnas.

Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Papua yang sukses menyelenggarakan Peparnas XVI, sebelumnya juga Papua berhasil menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan lancar. Pada kesempatan ini, Presiden Joko Widodo bersama rombongan menyempatkan untuk menyaksikan pertandingan Para Judo di Gelanggang Olahraga Trikora.

“Kita harapkan dengan Peparnas yang kita lalui dengan baik, saya ingin menyampaikan selamat kepada Papua, yang pertama sukses mengadakan PON dan yang kedua sukses menyelenggarakan Peparnas, dan hebatnya di Peparnas ini Papua menempati urutan pertama perolehan medali,” kata Presiden Joko Widodo, di GOR Trikora, Jayapura, Papua, Sabtu (13/11).

Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pemerintah daerah dan segenap unsur yang terlibat dalam menyukseskan ajang olahraga ini sehingga berjalan lancar. Presiden berpesan agar pembinaan atlet disabilitas terus dikembangkan, sehingga menghasilkan talenta-talenta baru dari tiap provinsi.

“Alhamdulillah perhelatan olahraga tingkat nasional khusus disabilitas ini berjalan lancar, Bapak Presiden juga berpesan pembinaan atlet disabilitas untuk terus ditingkatkan,” ujar Angkie, di Papua.

Menurut Angkie ajang Perparnas ini bisa menjadi tempat atau sarana para atlet disabilitas untuk unjuk kemampuan dan unjuk prestasi, sekaligus mengubah stigma negative terhadap disabilitas bahwa mereka bisa berprestasi dan melakukan hal-hal yang dilakukan orang yang non disabilitas. Melalui Peparnas, Presiden Joko Widodo berharap dapat bermunculan atlet penyandang disabilitas yang memiliki potensi untuk berkiprah di ajang olahraga serupa tingkat internasional.

BACA JUGA  Freeport Tidak Serius Bangun Smelter di Gresik

“Kita bisa melihat sendiri bahwa atlet penyandang disabilitas juga bisa menorehkan prestasi yang membanggakan, Peparnas ini bisa menjadi sarana mereka untuk unjuk kemampuan. Presiden juga menyampaikan harapannya bahwa melalui Peparnas bisa bermunculan atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat internasional,” tambah Angkie.

Angkie menambahkan gelaran Perparnas kali ini menjadi tonggak sejarah Indonesia karena ajang olahraga khusus disabilitas tingkat nasional untuk pertama kalinya digelar di tanah Papua. Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam kegiatan penutupan Perparnas menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam memajukan para atlet penyandang disabilitas dan memajukan Papua.

“Ini bentuk perhatian dari pemerintah pusat bahwa Papua mampu melakukannya. Kami menyaksikan antusias masyarakat Papua yang luar biasa dalam Peparnas kali ini. Tentu ini adalah kebahagiaan bagi kami disabilitas dan seluruh atlet serta official yang bertanding selama Peparnas,” kata Angkie.[***]