Messenger Akhiri Misi di Merkurius dengan Menabrakan Diri

SuaraJakarta.co, AMERIKA – Pesawat Messenger milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan menabrakan diri ke Merkurius. Diperkirakan misi mengobservasi planet tersebut akan berakhir pada 30 April 2015. Messenger diluncurkan pada 2004 untuk mengamati planet yang paling dekat dengan matahari tersebut.

NASA mengonfirmasi bahwa Messenger akan “mati” lantaran kehabisan bahan bakar. Sebelum “kematiannya” tersebut, Messenger menggunakan tenaga matahari untuk tetap bergerak.

“Kami akan menabrakannya ke permukaan Merkurius pada 30 April sekitar pukul 15:25 waktu Amerika Serikat,” ujar teknisi sistem Messenger, Dan O’Shaughnessy, seperti dikutip dari www.extremtech.com.

Berdasarkan data yang dipublikasikan NASA, kecepatan Messenger untuk menabrakan diri sekitar 8.750 mil perjam. Sayangnya, peristiwa tersebut tidak bisa disaksikan, karena posisi jatuhnya Messenger bertolak belakang dengan posisi bumi.

Salah satu penemuan Messenger yang fenomenal adalah dua area kutub Merkurius selama ini nyatanya mengandung air es, padahal planet ini memiliki jarak paling dekat dengan Matahari. Bahkan suhu siang hari dipercaya bisa mencapai 426 derajat Celsius.

Pimpinan investigasi misi Messenger, Sean Solomon mengatakan, data yang dihasilkan Messenger juga mengungkap banyak endapan di permukaan Merkurius tidak mengandung air es, melainkan air es itu ditutupi lapisan hitam setebal 30 cm dan lebih dingin.

Masih berdasarkan penuturan Solomon, lapisan hitam itu dipercaya sebagai material organik yang mengandung zat arang yang terkirim ke planet dari luar sistem tata surya.

sumber: extremetech.com

Related Articles

Latest Articles