Google Dikalahkan LinkedIn Soal Pencarian Lahan

SuaraJakarta.co, Mountain View – Rencana ambisius Google untuk membangun markas besar di kota Mountain View, kandas. Hal itu disebabkan LinkedIn, jejaring sosial yang diikuti 300 juta profesional di dunia, lebih dulu mendapatkan persetujuan dari dewan kota.

Persetujuan ini terkait dengan penguasaan lahan seluas 185 ribu meter persegi. Pihak kota lebih memilih LinkedIn ketimbang Google. Dengan keputusan ini, maka seluruh desain yang telah dibangun Google, harus direvisi.

Dengan luas tersebut, dewan kota menyerahkan sebagian besar lahan kepada pihak LinkedIn. Sementara, Google hanya mendapat sisanya.

Dengan kondisi ini, Google hanya bisa mengimplementasikan satu gedung dari rencana empat bangunan yang akan berdiri tegak. Arsitek dari Denmark, Bjarke Ingels, telah dikontrak pihak Google, untuk merancang bangunan yang rencananya akan dilapisi kaca.

BACA JUGA  ASUS ROG G752, Mesin Game Terkuat dengan Dukungan CPU dan GPU Mutakhir
BACA JUGA  Adopsi Gaya Hidup Digital Di Gelaran simPATI KickFest X Years Anniversary

Pemberian lahan kepada LinkedIn karena pihak dewan kota melihatnya lebih realistis. Teknologi Google untuk rancang bangunan dianggap belum mendukung untuk saat ini. (*)

Related Articles

Latest Articles

BACA JUGA  Bistip.com, Online Market Place inovatif di Indonesia dengan Budaya Titip-Menitip

Kemenag Tetapkan Idul Adha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022