Awas, Penderita Eksibisionisme Aktif Di Sosial Media

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Laman jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan Path menjadi alternatif pelaku Eksibisionisme berekspresi.

Psikolog Klinis dari Rumah Hati, Tri Hadi mengatakan, eksibisionisme adalah suatu kelainan seksual yang termasuk dalam kategori Paraphilia,  yaitu objek pemenuhan kebutuhan seksual yang tidak lazim dan dianggap menyimpang.

Penderita eksibisionisme atau disebut eksibisionis mendapatkan rangsangan seksual ketika melihat reaksi korban saat terkejut, takut, menjerit, teriak, atau lari. Di situ dia membayangkan wajah korban dan mulai masturbasi sampai mencapai orgasme.

Jika pelaku eksibisionisme memamerkan alat vitalnya di sosial media, maka dia akan merasa puas jika ada yang menanggapi fotonya. Setelah itu dia akan ketagihan mengunggahnya lagi.

Untuk mengenali eksibisionisme, Tri mengatakan ada 3 kriteria untuk menentukan seseorang merupakan eksibisionis atau bukan.

Pertama, orang  memamerkan alat vitalnya di depan orang lain untuk mendapatkan rangsangan seksual.

Kedua, orang yang ditunjukkan alat vital tersebut atau bisa disebut korban, tidak bersedia untuk melihatnya, bahkan menghindar dan mencoba pergi.

Ketiga, adalah aktifitas menunjukan alat vital terhadap korban sudah merupakan bentuk interaksi seksual tanpa adanya hubungan badan.

“Jika salah satu dari 3 terpenuhi, maka ditemukannya perilaku eksibisionisme,” ujar Tri. (JML)

Related Articles

Latest Articles