​Headline Harian Nasional 29 Desember 2014

QZ8501 adalah nomer kode penerbangan dari pesawat AIR ASIA yang hilang kontak dengan Air Traffic Control (ATC). Enam media cetak nasional hari ini mengambil isu ini sebagai judul headline beritanya.

Dengan judul “Hilang Kontak Dalam Jangkauan Radar”, Indopos menggambarkan usaha pencarian dari TNI dengan 5 pesawat yang dikerahkannya. Peroses pencarian telah dilakukan hingga radius 300 km dari lokasi terakhir terdeteksinya radar. Dari luar negeri, Singapura, Malaysia dan Australia menawarkan bantuannya bila diminta. Wapres JK mengatakan siap mendukung pencarian, berapapun biayanya.

Media Indonesia menuliskan judul headline-nya dengan “Tim SAR Fokus di Belitung”. MI menuliskan headlinenya dengan latar cuaca buruk di sekitar lokasi hilangnya pesawat. Ada nelayan Belitung yang mendengar ledakan pada pukul 06.30 wib. Pilot sempat meminta izin untuk berbelok ke kiri dan menaikan ketinggian terbang dari 32 ribu kaki menjadi 38 ribu kaki. Posisi terakhir pesawat di kordinat 03.36.31 Lintang Selatan dan 10.94.14.6 Bujur Timur. Pemerintah menginstruksikan Basarnas, AU dan AL untuk menemukan pesawat. Pesawat terakhir menjalani perawatan pada November 2014. Berita ini didampingi foto besar terkait, kerabat korban.

Beralih ke Koran Sindo dengan isu yang sama, harian ini menulis judulnya “Diduga Jatuh di Laut” dengan grafis kronologis perjalanan pesawat. Pesawat yang mengangkut 155 penumpang dan 7 kru tersebur hilang kontak dengan ATC setelah terbang selama 1,5 jam. Berbagai usaha pencarian telah dilakukan melibatkan Basarnas, KNKT, kementrian perhubungan, TNI AU dan AL. Menurut wapres JK, pesawat ini adalah pesawat yang diregister di Indonesia, milik perusahaan Indonesia. Bukan Malaysia. Kejadian ini (pesawat hilang) adalah yang pertama bagi Air Asia. Kondisi pesawat layak pakai. Kejadian ini tidak mengganggu operasional pesawat lainnya. Sementara itu keluarga dari penumpang pesawat tersebut mulai memenuhi bandara Juanda di Surabaya menantikan kabar terbaru dari hilangnya pesawat tersebut.

Republika dengan isu yang sama menulis “Area Pencarian Diperluas” sebagai judul headline-nya. Republika menuliskan rencana pencarian hari ini yang melibatkan tujuh kapal, dua helikopter dan armada lainnya. Waktu pencarian adalah setelah matahari terbit hingga matahari tenggelam. Pencarian kemarin dilakukan sekitar 270 mill laut dari pulau bangka. Tidak menutup kemungkinan hari ini akan memperluas lokasi pencarian. Indonesia akan mendapat bantuan tiga Vessel, kapal, dan tiga pesawat. Dari Singapura satu pesawat dan Australia juga menawarkan bantuan. Direktur PT Air Asia mengatakan bahwa pesawat tersebut baru didatangkan pihak perusahaan beberapa bulan dan baru selesai maintenace bulan lalu.

“Musibah Jelang Pergantian Tahun, Semoga QZ8510 Ditemukan” tulis Rakyat Merdeka sebagai judul headline-nya ditemani beberapa foto situasi di Crisis Center bandar Juanda Surabaya. Harian ini menulis bahwa pesawat tersebut hilang kontak 40 menit setelah lepas landas. Jalur Surabaya-Singapura dikenal sebagai jalur aman dan belum pernah ada catatan kecelakaan di rute tersebut. RM mengutip beberapa narasumber yang kebanyakan menggambarkan kondisi cuaca. Khususnya ancaman awan cumulonimbus yang dianggap berbahaya bagi penerbangan. RM juga menulis tentang permintaan pilot untuk berbelok ke kiri dan naik ke ketinggian 38 ribu kaki, namun yang diizinkan hanya pindah jalur. Permintaan naik ketinggian ditolak karena lalu lintas di jalur itu masih padat. Tidak pernah ada pesawat lost contact yang mendarat dengan selamat.

Terakhir dari Kompas dengan judul “Operasi Besar-Besaran Digelar”. Kompas menulis 22 kapal dan 8 pesawat dikerahkan mencari AirAsia yang hilang kontak. Foto besar dipilih yang menggambarkan seorang kerabat dari penumpang pesawat tersebut tengah menangis. Salah satu kapal yang dilibatkan adalah kapal riset BPPT Baruna Jaya IV dengan alat sensor multi-beam echo sounder dan side-scan sonar. Kapal ini yang menemukan pesawat Adam Air di selat makasar dan dua kapal tenggelam. Kompas juga menggambarkan tentang usaha presiden melalui kementriannya untuk memaksimalkan upaya pencarian. Pencarian belum menunjukkan tanda tanda positif. Permintaan pilot untuk berbelok sudah diizinkan. Sedangkan permintaan untuk menambah ketinggian belum sempat mendapat persetujuan sampai hilang kontak. Hal ini karena petugas harus mengecek kondisi lalu lintas dan berkoordinasi. Permintaan pilot adalah untuk menghindari awan kumulonimbus. Basarnas akan memusatkan komando pengendalian di Pangkal Pinang. Proses SAR akan dilakukan selama tujuh hari untuk kemudian dievaluasi dan diperpanjang sesuai kondisi. Sinyal dari Emergency Locator Transmitter (ELT) yang dimiliki pesawat belum ditemukan karena lokasi pencarian terlalu luas. Sinyal dari ELT akan terdeteksi apabila pesawat mendarat di daratan dan beila menyentuh air.

Demikian headline berita hari ini. Turut berduka untuk para keluarga korban. Semoga pesawat segera ditemukan.

Penulis: Muhammad Hilal | @moehiel

Related Articles

Latest Articles