Berkontribusi di Kancah Internasional

SuaraJakarta.co – Indonesia merupakan negara dengan cita-cita menjadi pengubah dunia. Semangat ini sudah dituliskan oleh pada founding fathers bangsa ini yang termaktub pada pembukaan UUD 1945. Tertera pada paragraph ke-4 bahwasannya Indonesia ingin melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sungguh sebuah visi yang luar biasa yang nantinya visi tersebut diwariskan dari generasi ke generasi agar terus menyalakan api semangat untuk berperan di kancah internasional.

Sejarah menorehkan tinta emas kepada Indonesia pada tanggal 18 April 1955, di Bandung dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) untu. Hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa di saat itu dimana Indonesia menjadi pelopor untuk menyatukan berbagai negara-negara di Asia Afrika untuk menyatukan sikap yang sama yaitu sama-sama berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan dan tidak ikut andil dalam mendukung negara super power saat itu yaitu Rusia dengan ideologi komunisnya dan Amerika dengan ideologi kapitalisnya.

Ternyata semangat untuk terus berperan di kancah internasional tidak hanya berhenti disitu saja. Banyak lagi gerakan, gebrakan serta prestasi yang dilakukan oleh bangsa ini untuk ikut serta berperan dalam kancah dunia. Misalnya ialah pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang dibangun di jalur Gaza serta menyatakan sikap untuk memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Ini bukti bahwasannya Indonesia masih memegang prinsip untuk menghapus penjajahan di atas muka bumi dan turut serta dalam perdamaian dunia.

Selain semangat dalam melakukan perdamaian dan perbaikan sudah cukup banyak jenis prestasi dan kontribusi anak bangsa yang diakui oleh dunia internasional. Sebut saja tokoh Indonesia yang bernama Habibie. Apakah bangsa ini sudah mengetahui bahwasannya beliau sangat dihargai oleh dunia internasional atas kontribusinya menemukan teori yang dapat menghitung crack propagation on random sampai ke tingkat atom. Kontribusi Pa Habibie tidak hanya disitu, sekarang ini Pa Habibie sedang membuat pesawat komersial bernama R 80 dan ini merupakan karya bangsa Indonesia.

Tidak hanya Habibie saja, ada anak bangsa yang bernama Gibran Huzaifah yang menciptakan teknologi pemberian pakan ikan otomatis yang ternyata memenangkan juara 1 start-up yang diikuti oleh seluruh dunia bahkan sekelas Amerika dan Eropa. Karyanya bernama efishery yang mampu memberikan efesiensi ongkos pakan yang berlebih jika dilakukan dengan manual. Penulis yakin masih banyak lagi anak-anak bangsa Indonesia memenangkan juara olimpiade tingkat internasional dan berkontribusi serta diakui namun tidak diliput media.

Melihat potensi serta semangat berkontribusi tersebut sudah seharusnya pemerintah lebih membuka mata akan betapa besarnya potensi sumber daya manusia Indonesia. Bantuan suntikan modal kepada para entrepreneur muda perlu ditingkatkan untuk meningkatkan inovasi, pemberian beasiswa kepada pelajar yang mau meneruskan pendidikan tinggi apalagi ke luar negeri perlu ditingkatkan dan perlu dikontrak untuk memajukan Indonesia setelah selesai masa studi.

Penulis: Hikhman Dwi Rahardito, Mahasiswa Universitas Indonesia dan Ketua bidang learning centre of Islam FSI FISIP UI

Related Articles

Latest Articles