Ketua DPR RI Minta TNI-Polri Bantu Kawal Pemulihan Ekonomi dan Sosial

0
349
Ketua DPR RI Puan Maharani saat memberikan sambutan pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun Anggaran 2022 yang diselenggarakan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta - (Foto - Istimewa)

SuaraJakarta.co, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong upaya TNI-Polri membantu program pemerintah mengawal Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan sosial akibat Pandemi Covid-19. Gotong royong dari semua pihak disebutnya akan membawa Indonesia segera bangkit.

Hal tersebut disampaikan Puan saat memberi pembekalan di Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun Anggaran 2022 yang diselenggarakan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (1/3/).

“Kompleksnya permasalahan yang ditimbulkan akibat pandemi ini, menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk dapat mengendalikan dampaknya yang semakin meluas. DPR ikut memberikan dukungan kepada pemerintah untuk dapat mengambil tindakan cepat dan responsif dalam menyelamatkan kehidupan rakyat,” ujar Puan.

Puan mengingatkan dua agenda strategis nasional yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu PEN dan reformasi struktural yang menjadi tema dalam Rapim TNI-Polri kali ini.

“Kebijakan negara pada program PEN, diarahkan untuk membantu pelaku usaha agar dapat bertahan dan tetap dapat menjalankan usahanya,” kata Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu menegaskan, kegiatan ekonomi tidak boleh berhenti seluruhnya. Sebab akan berdampak pada berkurangnya pendapatan masyarakat dan akan menurunkan kualitas kesejahteraan rakyat.

Puan juga menyinggung soal dampak pandemi di bidang ekonomi yang terlihat dari terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2022, pertumbuhan ekonomi nasional minus 2,71%. Namun pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai membaik di 2021 dengan angka 3,69%.

“Dampak pandemi juga dirasakan langsung oleh masyarakat usia kerja, yang terdampak Pandemi Covid-19, mencapai 21,3 juta penduduk atau 10,3% dari usia kerja. Jumlah yang sangat signifikan,” katanya.[***]

BACA JUGA  Gusur Kampung Pulo dengan Gaduh, Puan Maharani Kecewa dengan Gubernur Ahok