Ketua Dewan Kota Jakpus Ardy Purnawan Sani Apresiasi Anies Angkat Tokoh Betawi Jadi Nama Jalan dan Gedung di Jakarta.

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pergantian puluhan nama jalan dan zona dengan nama tokoh Betawi di Jakarta. Anies mengatakan seluruh tokoh Betawi memiliki peran di masa lalu yang sangat berdampak bagi perjalanan kehidupan dan bisa dikenang untuk masyarakat Indonesia. Senin, (20/06/2022).

“Tokoh Betawi yang perannya di masa lalu telah berdampak kepada perjalanan kehidupan Jakarta dan Indonesia. Mereka adalah pribadi-pribadi yang kita kenang karena telah memberikan manfaat bagi sesama,” kata Anies seperti dilansir ANTARA.

Sementara itu, Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat Ardy Purnawan Sani menyambut baik kebijakan Anies Baswedan untuk angkat puluhan tokoh betawi menjadi nama jalan dan gedung di DKI Jakarta.

“Langkah Anies ini patut disambut baik, para tokoh betawi ini banyak juga yang menjadi pejuang nasional saat melawan ‘kompeni’ yang mendominasi tanah air kita.” ujar Ardy yang lahir dan besar di Tanah Abang ini.

Anies menambahkan kalau di tanah Betawi semua orang dari seluruh Indonesia berkumpul, difasilitasi dan disambut hangat. Maka dari itu, tanah Betawi dianggap berkontribusi besar terhadap berbagai sektor. Selain itu, tokoh-tokoh Betawi juga memiliki peran tak kalah penting dalam memberikan manfaat bagi sesama dengan memberikan kemajuan di tanah air selain Pahlawan Nasional.

BACA JUGA  Lurah Tugu Utara Tangkap Lima Warganya Buang Sampah Sembarangan

Tujuan penggantian nama jalan menjadi nama tokoh Betawi ini adalah sebagai penanda bagi generasi baru untuk mengenang perjuangan para tokoh lintas waktu tersebut.

BACA JUGA  Asian Games 2018: Kesiapan GOR Bulungan Capai 80 Persen, Tersedia untuk Disabilitas

Sementara itu, terkait masalah administrasi, Anies bersama polisi dan Pemerintah Kota (Pemkot) DKI Jakarta akan bertahap memperbarui data sehingga bisa meminimalisir masalah yang akan terjadi.

“Insya Allah enggak ada masalah dan nanti di kependudukan Dukcapil jadi KTP, Kartu Keluarga dan lain-lain secara bertahap bisa langsung diperbaharui dengan nama yang baru sehingga tidak menimbulkan masalah bagi semuanya,” katanya.

Berikut ini nama jalan dan zona yang berganti menjadi nama-nama tokoh Betawi.

  1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
  2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
  3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
  4. Jalan H. Bokir Bin Dji’un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
  5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
  6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
  7. Jalan H. Roim Sa’ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
  8. Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
  9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
  10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
  11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
  12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5).
  13. Jalan H. Imam Sapi’ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
  14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76).
  15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara).
  16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan).
  17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII).
  18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke).
  19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat).
  20. Jalan Guru Ma’mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya).
  21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
  22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
BACA JUGA  Gema Keadilan Ajak Semua Elemen Umat Islam Untuk Bersatu Bela Palestina
BACA JUGA  Kisruh Gojek, DPR Siap Revisi UU LLAJ

Kemudian untuk zona dan gedung dengan nama tokoh Betawi sebagai berikut :

  1. Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A)
  2. Kampung KH. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan)
  3. Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B)
  4. Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C)
  5. Kampung Zona Embrio (sebelumnya bernama Zona Embrio)
  6. Gedung Kisam Dji’un (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Timur).
  7. Gedung H. Sa’aba Amsir (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Selatan).

Related Articles

Latest Articles