Site icon SuaraJakarta.co

OK OCE dan Kisah Pemerintahan Kolaborasi

(foto: Suara.com/Muhaimin A Untung)

Oleh: Tatak Ujiyati (Anggota TGUPP Pemprov DKI Jakarta)

Bangkrutnya OK OCE Mart yang diberitakan beberapa waktu lalu, tidak ada hubungannya dengan Program Anies Baswedan. Sebab OK OCE Mart adalah badan hukum tersendiri milik swasta. Janji Anies menciptakan 200.000 wirausaha baru jalan terus.

Janji kampanye terciptanya wirausahawan baru ini sekarang sedang digarap. Pemda DKI membuat 7 langkah kemajuan untuk mengukur pertumbuhan wirausaha baru yang dibina. Mulai dari pendaftaran, pelatihan, pemasaran dan seterusnya sampai dengan pemberian modal kerja. Saat ini sudah terdata 44.577 orang yang bergabung dalam program Pemda DKI ini dan akan terus bertambah.

Program penciptaan wirausaha baru, satu hal. OK OCE adalah hal lain lagi. OK OCE adalah sebuah perkumpulan (badan hukum sendiri) yang bernama Perkumpulan Gerakan OK OCE atau yang disingkat dengan PGO. Sebagai badan hukum terpisah, OK OCE tentunya berjalan dalam rel sendiri yang berbeda dengan rel pemerintah.

Di sinilah kisah tentang pemerintahan kolaborasi bermula. Bagi Anies Baswedan membangun bangsa tak harus selalu dimonopoli oleh pemerintah. Masyarakat dapat pula berinisiatif dan mengajak kerjasama pemerintah sebagai suatu program kolaborasi. Maka Perkumpulan OKE OCE merupakan mitra pemerintah, tetapi bukan pemerintah. Keduanya disatukan karena memiliki kesamaan tujuan yaitu menciptakan wirausaha baru. Kolaborasi dilakukan dalam banyak hal. Misalnya training untuk pengusaha pemula, tempat pameran, permodalan dan sebagainya. Program kolaborasi semacam ini banyak manfaatnya, saling mendukung dan saling menginspirasi.

Selain bekerjasama dengan Perkumpulan Gerakan OKE OCE, Pemda tentu saja punya program lain. Hal ini dilakukan untuk memenuhi janji terciptanya 200.000 wirausahawan baru itu.

Karena PGO adalah badan hukum tersendiri, anggota OK OCE tentu saja juga merupakan entitas bisnis dengan badan hukum terpisah. Ada diantaranya yang memakai brand OK OCE juga. Misalnya OK OCE Mart yang milik perorangan ini. Dalam bisnis, adalah hal biasa untuk jatuh dan bangun. Begitu pula dengan OK OCE Mart yang beberapa waktu lalu dikabarkan sepi atau bangkrut.

Sebagai entitas bisnis swasta tersendiri kebangkrutan OK OCE MART tidak ada hubungannya dengan Perkumpulan Gerakan OK OCE apalagi dengan Program janji kampanye Anies Baswedan. Bangkrutnya OK OCE MART tidak lantas menunjukkan bahwa program OK OCE dari PGO gagal. Apalagi dikaitkan dengan gagalnya program Pemda DKI dalam menciptakan 200.000 wirausahawan baru.

Jadi jelas ya. Berita kebangkrutan OK OCE MART itu tidak perlu membuat khawatir bahwa program Anies dalam penciptaan 200.000 wirausaha baru akan terkendala.

Exit mobile version