“Umat Islam tidak boleh diadu domba melawan Polisi dan TNI”

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menegaskan bahwa Umat Islam tidak boleh diadu domba melawan polisi dan TNI.

Hal itu ditegaskan saat Habib Rizieq bersama para pimpinan ormas Islam lainnya menyuarakan aspirasi ke DPR/MPR pasca aksi damai 4 November kemarin.

“Sebenernya kita bisa saja melawan, perang, tapi kita ini aksi damai, kita tidak boleh diadu domba melawan Polisi dan TNI, mereka saudara kita juga, kita fokus pada kasus penistaan Al Quran oleh Ahok,” tegas Habib Rizieq bersama beberapa ulama lainnya.

Diketahui, tepat dini hari semalam (5/11), sebanyak delapan pimpinan ormas Islam, menemui pimpinan DPR/MPR untuk menyampaikan hasil unjuk rasa Umat Islam atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh petahana Basuki.

Delapan pimpinan ormas tersebut di antaranya adalah Habib Rizieq, Ust. Bachtiar Natsir, KH. Mishbahun Anom, KH. Zaitun, Ust. Munarman, dan sebagainya.

Ustadz Bachtiar Nasir menambahkan aksi yang dilakukan tersebut, berlangsung secara damai, meskipun ditekan, ditembaki, dipukul

“Tapi kita tidak membalas, kita tidak melawan, karena niat awal dan tujuan kita adalah damai dan untuk kemuliaan Islam,” jelas pengasuh yayasan AQL Islami Centre ini.

Hingga kini, massa aksi unjuk rasa 4 November terlihat sudah tidak memenuhi titik strategis di ibukota. Mereka kembali pulang dengan dibiayai langsung oleh para pimpinan DPR/MPR untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. (RDB)

Leave a Reply