SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Tak Ada Biaya, Guru di Sekolah Ini Digaji Dengan Rengginang dan Pisang

Sekolah Rengginang saat aktifitas belajar (foto: Dokumentasi LAZ Al-Azhar Peduli Umat)

SuaraJakarta.co, SUMENEP – Madrasah Diniyah (TPA/TPQ sederajat) Raudlatut Thalibin di Dusun Lengkong, Desa Bragung, Kec. Guluk-Guluk, Kab. Sumenep, Jawa Timur ini berada di desa dengan perekonomian yang masih sangat rendah. Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan buruh ini hanya mampu membayar sekolah anak mereka dengan rengginang. Makanan sejenis kerupuk tebal terbuat dari nasi atau beras ketan ini merupakan kue khas di Dusun Lengkong.

Ust. Muhammad salah satu guru menyebutkan tenaga pengajar yang berjumlah 10 guru di Madrasah Diniyah Raudlatut Thalibin ini mengajar dengan penuh rasa keikhlasan. Sehingga mereka rela menerima ketika hanya dibayar dengan rengginang.

Uniknya, pernah suatu hari sekolah mencoba untuk mewajibkan infaq kepada murid sebesar Rp 15 ribu perbulan, namun warga tetap tidak sanggup bayar. “Warga sanggupnya bayar dengan setandan pisang. Padahal harga pisang setandan lebih dari Rp. 15 ribu,” ujar Ust. Muhammad sambil melempar senyum lebar.

Selain masalah SPP, sekolah ini juga punya persoalan dalam penyediaan sarana belajar. Kondisi ruang kelas seadanya dan bangku dan meja yang sangat tidak layak karena sudah hampir 10 tahun belum diganti. Meski begitu, semangat belajar muridnya tetap luar biasa. Setiap sore, sekolah ini selalu ramai dikunjungi oleh 113 murid yang menimba ilmu.

Akhir Desember 2015 tahun lalu, LAZ Al Azhar Peduli Ummat menggulirkan program INFRALINK (Infrastruktur dan Konservasi Lingkungan) yang berkerja sama dengan Wall’s. Lewat program ini ruang kelas mulai diperbaiki mulai dari pengecatan seluruh dinding, pengadaan meja dan kursi untuk kelas dan guru serta papan tulis.

BACA JUGA  Kecamatan Kramat Jati Cetak Rekor Tertinggi Terima Aduan Masyarakat

Ust Muhammad pun mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada LAZ Al Azhar Peduli Ummat dan seluruh donatur yang turut membantu dalam program INFRALINK ini. Dampaknya, para murid kini kian semangat dalam belajar. “Alhamdulillah murid terlihat lebih ceria saat belajar menggunakan kelas dan meja baru. Insya Allah akan ada kebaikan yang mengalir untuk donatur di setiap ilmu yang mereka serap,” tutup Ust. Muhammad.

Leave a Reply