Site icon SuaraJakarta.co

Sosiolog dan Wakil Dewan Kota Jakpus Nilai Kebijakan Anies-Sandi Tata Tanah Abang Tepat

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sosiolog dan Wakil Dewan Kota Jakarta Pusat menilai Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Sandiaga Uno dalam penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, merupakan langkah yang tepat.

Ditutupnya jalan Jatibaru, di Tanah Abang, dinilai Sosiolog Musni Umar sebagai langkah tepat yang dilakukan Anies-Sandi. Bahkan, Musni mengaku, telah melihat sendiri dari dekat penataan pasar Tanah Abang yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Sejak 26 Desember 2017, dirinya telah meneliti dan menganalisis kebijakan penataan oleh Anies-Sandi. “Hasilnya saya simpulkan, langkah Anies-Sandi dalam penataan Tanah Abang tersebut cukup tepat. Karena memberikan peluang kepada pedagang untuk tetap dekat dengan pembeli, melalui penempatan pedagang di Jalan Jatibaru. Bagi PKL yang terpenting adalah dagangan yang dijualnya laku dan dibeli masyarakat. Anies-Sandi sudah benar dengan langkahnya menata Jalan Jatibaru di Tanah Abang untuk PKL,” ujar Musni, Senin (1/1/2018) lalu.

Menurut Musni, kebijakan penataan Tanah Abang yang menutup sebagian jalan untuk PKL berjualan itu tidak merusak ekosistem perdagangan di Blok A dan B. Tidak seperti diisukan beberapa kalangan. Bahkan pembeli tetap ramai di Blok A dan B.

“Saya langsung ke blok A dan B untuk melihat apakah sepi setelah PKL diberi tenda untuk berdagang di luar, ternyata para pembeli tetap ramai berbelanja di dalam gedung blok A dan B. Itu menandakan upaya Anies-Sandi dengan menata Jalan Jatibaru tidak mengganggu ekosistem perdagangan di Blok A dan B. Justru cara Anies-Sandi dapat melengkapi proses perdagangan di Tanah Abang, sehingga lebih hidup,” kata Musni.

Menampik isu negatif lainnya, Musni memastikan bahwa tidak ada penutupan jalan seperti yang dinyinyir sejumlah pihak.

“Saya memastikan, setelah ke pasar Tanah Abang, tidak ada penutupan jalan seperti yang diributkan dan dinyinyiri oleh sejumlah pihak. Hanya dilakukan rekayasa lalu lintas, sehingga tidak macet total dan semrawut,” terang dia.

Saat berkunjung ke lokasi, Musni berbincang denga PKL. Semua menyatakan kepada dirinya, apresiasi yang tinggi kepada Anies-Sandi. Bahkan, para PKL sangat berterima kasih ke Anies-Sandi.

“Mereka merasa nyaman berdagang tidak diuber-uber Satpol PP dan tidak bayar upeti. Omzet penjualan mereka meningkat, ada yang mencapai Rp 1,5 juta perhari yang tidak pernah mereka peroleh sebelumnya. Mereka merasa diorangkan (diwongke),” tutur dia.

Senada dengan Musni, Wakil Dewan Kota Jakarta Pusat, Ardy Purnawan Sani mengatakan, kebijakan Anies-Sandi merupakan kebijakan pro rakyat. Dengan memberikan kesempatan kepada para PKL, artinya membantu para PKL untuk hidup lebih sejahtera dan bahagia.

“Dari beberapa pemimpin Jakarta sebelumnya, PKL Tanah Abang dijadikan target penertiban yang berujung keributan. Tanpa dikasih kesempatan. Namun, kebijakan Anies-Sandi ini, sangat humanis dan membela kepentingan rakyat kecil tanpa merusak kepentingan orang lain,” tutur Ardy.

Selain itu, Relawan Anies-Sandi yang aktif di Rumah Partisipasi bersama Boy Sadikin itu menganggap pro kontra dari pihak lain merupakan hal biasa. Namun, hal itu bisa dijadikan sebagai kritik dan masukkan yang bisa diolah menjadi kebijakan yang lebih baik.

“Pro kontra itu soal biasa, anggap saja sebagai bahan pertimbangan menuju kebijakan yang lebih baik,” kata Ardy.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono masih mengkritisi penataan kawasan Tanah Abang oleh Anies-Sandi. Dirinya belum bisa mendukung kebijakan penataan itu.

Menurut Gembong, tujuan menata ulang Tanah Abang ala Anies-Sandi hanya bertujuan mengobok-obok penataan Tanah Abang ala Ahok yang sudah bagus. “Kan dulu sudah benar PKL dimasukkan semua ke Blok G. Tinggal diteruskan saja sebenarnya bagaimana memberi akses lebih baik ke blok G,” ucap Gembong. (EDI)

Exit mobile version