Site icon SuaraJakarta.co

Fahira Kecewa, Yayasan Al-Futuwwah Tak Punya Itikad Selesaikan Masalah

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Upaya Senator Fahira Idris untuk memediasi dan menyudahi perseteruan antara Yayasan BSC Al-Futuwwah (pengelola Masjid Al Futuwwah) dengan Pengembang PT FIM Jasa Eka Tama terkait akses jalan jemaah menuju Masjid Futuwwah di Cipete, Jakarta Selatan, tampaknya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, baru pihak Pengembang yang menujukkan itikad untuk dimediasi, sementara Yayasan BSC Al-Futuwwah dalam dua kali kesempatan membatalkan secara sepihak pertemuan dengan Fahira.

“Jujur saya kecewa. Sengaja saya tunda semua kegiatan agar bisa bertemu dengan Ketua Yayasan BSC Al-Futuwwah Bapak Muhammad Sanwani, tetapi dua kali saya beri kesempatan bertemu, dua kali pula pihak yayasan membatalkan pertemuan di menit-menit akhir waktu pertemuan. Niat saya hanya ingin jemaah bisa beribadah dengan tenang, tidak terseret konflik. Itu saja, tidak ada maksud lain,” ujar Fahira, di Jakarta (29/6).

Fahira mengatakan, pihak Pengembang merespon positif atas usaha mediasi yang ingin dilakukannya dan ingin konflik ini segera selesai karena sudah berlangsung tahunan. Namun, memang persoalan antara Yayasan dengan Pengembang cukup kompleks sehingga untuk menyelesaikannya dibutuhkan keikhlasan kedua belah pihak.

Saat persoalan ini mencuat, lanjut Fahira, dirinya saat itu sedang bertugas di Sulawesi Utara dan Papua sehingga tidak memungkin turun sendiri ke lapangan. Akhirnya, saat itu juga diputuskan untuk membentuk tim pencari fakta untuk mengumpulkan semua informasi baik dari pihak Pengembang, Yayasan, hingga memverifikasi langsung lokasi sengketa dan berdialog dengan warga.

Berdasarkan pengumpulan bukti, data, dan verifikasi langsung di lapangan yang dilakukan tim pencari fakta yang dibentuk Fahira, konflik antara Yayasan dan Pengembang sudah lama dan berlarut-larut. Sebelumnya, berbagai mediasi yang dilakukan mulai dari Pemprov DKI Jakarta, Pemkot Jakarta Selatan, Dewan Masjid Indonesia hingga Komnas HAM, tidak membuahkan hasil yang membuat kedua belah pihak mencapai kata sepakat.

Fahira mengungkapkan, sebelumnya oleh seorang konstituen yang dikenalnya cukup baik, dirinya diyakinkan bahwa warga di Cipete Utara, Jakarta Selatan yang dipersulit aksesnya ke masjid. Informasi ini disertai foto dan video testimoni warga serta naskah yang siap di-tweet bersama-sama ratusan netizen lain.

“Saya diyakinkan bahwa semua data dalam tweet itu, 100 persen benar dan sebagai senator diminta untuk segera bertindak dan memihak kepada jemaah. Informasi terkait konflik tanah bahkan masjid yang dikelola Yayasan terkesan disembunyikan dari saya. Apalagi menurut tim pencari fakta, konflik ini bukan hanya antara Yayasan dan Pengembang, tetapi juga antara pemilik Yayasan dengan salah seorang warga. Penyembunyian informasi ini yang sangat saya sayangkan,” tukas Fahira.

Menurut Fahira, dirinya tidak bermaksud untuk membela diri, tetapi hanya berusaha meluruskan persepsi bahwa tweet #GazainJakarta bukan bersumber darinya. Dirinya, tambah Fahira, saat itu hanya ingin jemaah dipermudah ke masjid. Tidak ada niat mendiskreditkan seseorang, apalagi ternyata Fahira mengenal baik keluarga Ichsan Thalib (pemilik PT FIM Jasa Eka Tama) pihak yang bersengkata dengan Yayasan Al-Futawwah.

“Kalau untuk kepentingan umat, tidak apa-apa nama saya dimanfaatkan. Tetapi jika nanti tim pencari fakta menemukan nama saya benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, saya tidak akan tinggal diam,” tegas Fahira.

Exit mobile version