Site icon SuaraJakarta.co

ACT Salurkan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Longsor Banjarnegara

suara jakarta SALURKAN SANTUNAN AHLI WARIS KORBAN LONGSOR BANJARNEGARA
ACT Salurkan Uang Duka Korban Longsor Banjarnegara. (Foto: ACT)
SuaraJakarta.co, BANJARNEGARA – Longsor Banjarnegara yang terjadi 12 Desember 2014 lalu, menyisakan duka mendalam bagi anggota keluarga yang ditinggal. ACT hadir dan berupaya melipur lara 150-an ahli waris dengan memberikan santunan sebagai wujud simpati benefactor ACT. Lebih dari Rp.150.000.000,- akan diberikan sebagai santunan benefactor ACT kepada ahli waris korban meninggal. “Kesedihan akan kehilangan anggota keluarga, tentu melebihi kehilangan harta benda. Kami ingin memberi bantuan yang benar-benar mampu melipur lara korban. Kami sampaikan, untuk satu jiwa satu juta rupiah,” ungkap Ahyudin.

Hari ini (Rabu, 17/12/14) serah terima santunan dilakukan simbolis. Namun, bagaimana bila dalam satu keluarga ada tiga jiwa yang meninggal? “Kami santuni ahli warisnya untuk tiga jiwa atau tiga juta. Apa yang diberikan, semoga mampu meringankan duka keluarga korban, sehingga semua bisa lekas menormalisasi kesehariannya,” jelas Ahyudin.

“Saya sangat berterima kasih kepada ACT atas bantuannya untuk keluarga saya. Saya kehilangan adik saya, semoga semua yang telah diberikan oleh ACT bisa bermanfaat,” Tutur Yoto, yang telah kehilangan adik kandungnya.

Mewujudkan Shelter

Hadir sejak hari pertama terjadinya bencana longsor ini, ACT telah mengaktivasi berbagai aksi. Diawali rescue dan evakuasi, disusul pelayanan kesehatan, trauma healing, dan dapur sosial. “Pada fase lanjutan, ACT menghadirkan shelter yang bisa melayani pengungsi lebih manusiawi. Saat ini hujan juga masih sering turun dan lebat, sementara pengungsi yang benar-benar tak punya tempat berteduh harus lekas diayomi. Shelter menjadi cara layanan komprehensif, memudahkan tim relawan juga para pengungsi,” papar Ahyudin.

Hasil rembug warga dengan ACT termasuk dengan aparat setempat, lokasi shelter disiapkan dengan seizin otoritas desa. “Dengan cara terpusat, beneficiaries (penerima manfaat) bisa ‎terlayani lebih baik,” Jelas Ahyudin lagi

Dapur Sosial untuk Relawan dan Pengungsi

ACT menyiapkan dua Dapur Sosial (Dapsos): Dapur Sosial pertama untuk melayani para pengungsi, sementara Dapur Sosial kedua difungsikan sebagai dapur para Relawan. Hal ini penting dilakukan, mengingat relawan sebagai pegiat sosial juga perlu diperhatikan. “Kami siapkan Dapur Sosial relawan untuk para relawan, tidak hanya relawan ACT. Semua relawan, bahkan aparat keamanan yang bekerja luar biasa melakukan evakuasi sejak hari pertama,” pungkas Ahyudin.

Bantuan terus berdatangan

Bantuan untuk Saudara-saudara di Banjarnegara terus berdatangan dari semua elemen. Tidak hanya pakaian dan selimut, masyarakat, komunitas dan perusahaan pun turut serta mengirimkan obat-obatan, peralatan kebersihan, kompor, tenda dan donasi tentunya. Tercatat beberapa bantuan dari perusahaan yang disampaikan untuk korban bencana longsor ini adalah: PT. Frisian Flag Indnesia yang memberikan susu siap minum sebagai bantuan gizi, PT. Pertamina yang memberikan bantuan kompor, Perusahaan Gas Negara memberikan tenda pleton untuk para pengungsi gunakan sebagai camp.

Exit mobile version