Ruko Steak TWOgether Kalibata Dibakar Massa, Pemilik Tegaskan Tak Terkait Konflik

SuaraJakartaCo — Asap pekat dan puing-puing bangunan yang menghitam masih menyelimuti kawasan kuliner Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/12). Sehari setelah amuk massa melanda kawasan tersebut, kesedihan dan trauma menyelimuti para pedagang yang kehilangan tempat usaha, salah satunya Ruko Steak TWOgether Kalibata.

Ruko tersebut ikut hangus terbakar dalam kerusuhan yang dipicu persoalan utang piutang sepeda motor, yang berujung tewasnya dua orang penagih utang atau mata elang (matel). Padahal, pemilik ruko, Henny Maria, menegaskan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan konflik tersebut.

Henny Maria mengaku peristiwa itu terjadi begitu cepat. Saat kejadian, ia masih berada di dalam ruko. Teriakan massa yang datang secara tiba-tiba langsung disusul kobaran api yang melahap bangunan.

“Kami benar-benar tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba massa datang, berteriak, lalu langsung membakar. Kami panik, hanya sempat menyelamatkan diri,” kata Henny Maria dengan suara bergetar saat ditemui di lokasi.

Api dengan cepat membesar dan menghanguskan ruko yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan hidup keluarganya. Tak hanya itu, puluhan pekerja yang bergantung pada usaha tersebut kini kehilangan mata pencaharian.

“Usaha ini saya bangun dari nol. Ini bukan cuma tempat usaha, tapi sumber nafkah banyak orang. Sekarang semuanya habis,” ujarnya lirih.

Henny Maria menegaskan bahwa dirinya dan pihak Steak TWOgether sama sekali tidak terlibat dalam persoalan utang piutang yang memicu kemarahan massa. Ia menyebut pembakaran ruko sebagai tindakan brutal dan salah sasaran.

“Kami ini korban. Tidak ada hubungannya dengan masalah itu, tapi justru usaha kami yang dihancurkan,” tegasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kerusuhan dan pembakaran di kawasan Kalibata. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap pelaku pembakaran.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk pemilik ruko dan warga sekitar. Penyelidikan masih berjalan untuk mengidentifikasi para pelaku,” ujar Ade Ary.


Polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) serta video yang beredar di media sosial sebagai bagian dari pengumpulan alat bukti.

“Bukti digital sedang kami dalami untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam pembakaran maupun tindakan provokasi,” tambahnya.

Terkait dua korban tewas, polisi memastikan keduanya merupakan penagih utang sepeda motor yang berada di lokasi saat kerusuhan terjadi. Konflik tersebut kemudian memicu kemarahan massa hingga berujung aksi anarkis.

Selain penyelidikan pidana, kepolisian juga melakukan pendataan kerugian materiil yang dialami para pedagang. Kerugian akibat pembakaran sejumlah ruko ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di kawasan kuliner Kalibata dan sekitarnya. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

> “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” pungkas Ade Ary.

Related Articles

Latest Articles