Site icon SuaraJakarta.co

“Warga Luar Batang Tidak Pernah Diajak Bicara Soal Penggusuran”

(foto: Antara Foto/ Istimewa)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Ribuan aparat kembali dikerahkan Ahok untuk untuk menggusur rakyat kecil yang bermukim di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Terhitung, tak kurang dari 4000 Kepala Keluarga (KK) pun harus terusir, dan tidak jelas kemana mereka harus direlokasi atas penggusuran tersebut.

Menyaksikan kekejian yang dilakukan oleh Gubernur DKI tersebut, Organisasi gabungan mahasiswa dan masyarakat ‘Komrad 98’ menilai Ahok telah telah terbukti tidak mengutamakan kepentingan rakyat kecil di daerah kampung nelayan tersebut.

“Rakyat tidak diberikan kesempatan untuk berbicara, berdialog, atau berdiskusi dengan pemimpinnya mengenai kelangsungan hidup mereka,” jelas Ketua Komrad 98 Fredy Tambunan sebagaimana rilis yang diterima suarajakarta.co, Selasa (12/4).

Sudah tidak mau berdialog, menurut Fredy, Ahok malah meluluh-lantakkan rumah dan tanah yang telah menjadi bagian kehidupan rakyatnya.

Dengan kata lain, Ahok telah menunjukkan arogansi kekuasaannya dengan mengerahkan kekuatan bersenjata untuk menghadapi rakyat jelata yang hanya memiliki batu dan kayu.

“Tuan, inikah yang kau mau dengan Jakarta Baru itu? Tindakan represifmu masih serupa Orde Baru!” sontak Fredy.

Oleh karena itu, Komrad 98 memberikan pernyataan sikap sebagai berikut. Pertama, Komrad 98 mengutuk keras tindakan Ahok beserta jajaran di bawahnya yang telah bertindak represif kepada rakyatnya sendiri di Luar Batang.

“Kedua, Komrad 98 mengajak seluruh elemen rakyat mengawasi setiap janji Pemprov DKI Jakarta atas tindakan relokasi Kampung Luar Batang,” tambah Fredy.

Ketiga, Komrad 98 melaporkan segala bentuk penyelewengan dan pengingkaran terhadap kompensasi yang akan diberikan kepada seluruh rakyat yang terkena imbas relokasi di Kampung Luar Batang.

Keempat, Komrad 98 menyerukan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mengedepankan partisipasi masyarakat melalui dialog yang sederajat antara warga dan pemerintah demi terciptanya pembangunan perkotaan yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan

Diketahui, selasa (11/4), Ahok membawa ribuan aparat untuk melakukan penggusuran tersebut. Ahok berkilah bahwa dirinya sudah menyiapkan tempat bagi warga yang terkena gusuran tersebut direlokasi ke beberapa rusunawa, seperti Rusunawa Muara Bebek, Rusunawa Kapuk Muara, dan Rusunawa Marunda.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan apakah ribuan warga yang terkena penggusuran tersebut, berhasil direlokasi di tengah sudah padatnya rusunawa tujuan yang akan mereka tempati.

Exit mobile version