Site icon SuaraJakarta.co

Tiada Kata Maaf dari Gerindra untuk Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Istimewa)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Istimewa)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sikap Ahok yang telah mengkhianati Partai Gerindra dengan mengundurkan diri, membuat Taufik Edi Prasetyo menutup rapat-rapat dirinya untuk kembali lagi maju di Pilkada DKI 2017.

“Partai saya (Gerindra) pasti tertutup, karena partai saya tidak akan mau lagi menerima orang pelanggar aturan. Ahok kan melanggar aturan,” kata Taufik dalam diskusi bertema ‘Menakar Peluang Ahok Maju Sebagai Calon Independen’ di Press Room Balai Kota, sebagaimana dikutip dari laman Warta Kota, sabtu (28/6).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu juga menolak Ahok dikarenakan dirinya dinilai tidak taat aturan dalam mengelola pemerintahan, yang terbukti dari adanya 8 temuan Panitia Angket terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Ahok. Dan dalam waktu dekat, DPRD akan mengadakan sidang paripurna mengajukan Hak Menyatakan Pendapat (HMP) untuk pemakzulan Ahok.

“Ahok mau mendesain pemerintahan ini sesuai mau-maunya. Bukan atas nama rakyat. Itu kan melanggar aturan namanya,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Ahok Geram

Gayung pun berbalas. Ahok menjelaskan bahwa Gerindra bukanlah milik Taufik, tapi milik Prabowo Subianto. Sehingga, mantan Bupati Belitung Timur tersebut menilai Taufik tidak pantas menutup pintu maaf untuk dirinya.

“Yang berhak menentukan Gerindra itu bukan Taufik. Tapi Pak Prabowo dan Oni, Oni yang bantu saya dulu, teman,” kata Ahok di Benhil, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2015).

Dikatakan dia, Taufik tidak perlu banyak bicara. Ahok menganggap Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta tersebut tidak berhak bicara di partai yang sudah mengusungnya berduet dengan Joko Widodo saat Pilkada DKI 2012 silam.

“Jadi Taufik tidak usah banyak omonglah, dia tidak berhak ngomong di Gerindra,” ketus Ahok.

Exit mobile version