Site icon SuaraJakarta.co

Temani Sandiaga ke KPK, Anies: Kita Mulai Tradisi Transparansi

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kompak menemani wakilnya Sandiaga Uno ke gedung KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan guna melaporkan melengkapi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Selasa (21/3).

Keduanya tiba di gedung KPK sekitar pukul 13.00 WIB dengan mengenakan kemeja putih khas pasangan calon tersebut. Setelah beberapa saat melayani awak media untuk sesi foto, Anies dan Sandi langsung masuk ke dalam gedung KPK.

“Kami datang ke KPK untuk melaporkan LHKPN baru dari bang Sandi, saya tidak. Bang Sandi yang melaporkan baru,“ jelas Anies usai menemani Sandiaga.

Lebih lanjut Anies mengatakan bahwa sebagai warga negara ia ingin agar tata kelola pemerintahan lebih baik. Maka dari itu dirinya dan Sandiaga akan memulai tradisi pelaporan ini jauh lebih awal agar transparansi pun terbangun.

“Kita sebagai warga negara dan calon gubernur dan wakil gubernur kami ingin agar tata kelola pemerintahan lebih baik,” jelasnya.

Jika tradisi pelaporan ini diteruskan maka semangat anti korupsi itu juga akan terjaga.”Semangat kita adalah semangat untuk bebas dari korupsi, bebas dari segala macam potensi masalah dan kami justru ingin memulai tradisi ini,” tambahnya.

Tradisi yang dijaga oleh Anies Sandi itu terbukti dengan hasil pemeriksaan beberpa lembaga keungan yang menyatakan wajar tanpa pengecualian (WTP). “Kami memilih melaporkan lebih awal pada saat kampanye daripada saat nanti sudah dilantik,” terangnya.

Sementara itu Sandiaga menyampaikan Kepada wartawan, Sandiaga mengatakan bahwa pelaporan LHKPN ini sudah lama dijadwalkannya. Pelaporan ini atas saran mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto.

“(Tim) menyampaikan bahwa alangkah baiknya kalau Sandi memperbaharui laporan harta kekayaan calon pejabat negara dan memberikan informasi tersebut kepada KPK,” jelas Sandiaga.

Selain itu, menurut pengusaha sukses itu, tim Anies-Sandi sudah menyiapkan pelaporan harta karena ingin berkomitmen untuk transparan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Karena saya mungkin paling banyak disorot. Karena saya punya ya tentunya laporan yang melebihi dari calon-calon lain. Kita harus junjung tinggi transparansi,” ucapnya. (RDB)

Exit mobile version