Survei Kompas: Warga DKI Menilai Buruk dan Tidak Puas dengan Kinerja Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Istimewa)

Suarajakarta.co, JAKARTA – Selama 6 (enam) bulan memimpin DKI Jakarta, Gubernur Ahok dan Wagub Syaiful Djarot tampaknya dinilai kurang memuaskan oleh masyarakat Jakarta. Hal tersebut sebagaimana survei yang dirilis oleh Litbang Kompas yang dipublikasikan di Harian Kompas, Rabu (20/5), pada halaman 28.

Litbang Kompas melakukan survei terhadap 600 responden yang tersebar di lima wilayah kota administratif Jakarta. Melalui wawancara tatap muka yang berlangsung pada 15-20 April 2015, survei ditujukan untuk warga DKI yang berusia minimal 17 tahun. Dengan mengacu pada rentang 1 hingga 10, maka indikator penilaian “baik” berada di angka 7. Jika di bawah 7, berarti, warga DKI masih menganggapnya buruk.

Dari hasil penelitian didapatkan angka bahwa, secara garis besar, warga DKI hanya memberikan Ahok nilai 6,54 atas kondisi masyarakat Jakarta selama dipimpin oleh mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Sedangkan, Warga DKI hanya memberikan nilai 6,62 kepuasan atas kinerja Ahok. 

Ketidakpuasan atas kinerja Ahok dan Djarot paling rendah pada soal keamanan, yaitu berada di angka 5,68. Pasalnya, selama Ahok memimpin, dirinya dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan pembegalan. Bahkan, dari Kompas menyatakan bahwa 4 dari 5 warga DKI menyatakan bahwa dirinya merasa tidak aman tinggal di Jakarta.

Selain itu, warga DKI pun merasakan sulitnya mengakses perumahan murah di Jakarta. Harga dan pajak rumah yang cenderung terus menaik tidak sebanding dengan daya beli sebagian besar masyarakat. Sehingga, masyarakat hanya memberikan nilai 5,96, jauh dari penilaian baik untuk seorang Gubernur DKI

Tidak Yakin Ekonomi Membaik

Dari tingkat keyakinan untuk perbaikan kinerja Gubernur Ahok, warga DKI pun menganggap perbaikan ekonomi adalah sesuatu yang masih jauh dari harapan. Hanya 51,2 persen masyarakat DKI yang masih menganggap Ahok bisa memulihkan kondisi perekonomian warga Jakarta. Artinya, jika ad 10 orang warga DKI, hanya setengah dari mereka yang masih percaya kepada Ahok.

“Popularitas dan persepsip publik akan meningkat apabila masyarakat mendapati pelayanan berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, lalu lintas, dan kemananan, terbukti terjadi”, tutur Susanti Agustina Simanjuntak, peneliti Litbang Kompas (20/5).

4 Comments
  1. @mp12on8 27/08/2016
  2. dede 15/12/2016
  3. muhermanharun 10/02/2017
  4. hadia 17/02/2017

Leave a Reply