Site icon SuaraJakarta.co

Mau Diapakan Para PKL? Ini Jawaban 3 Kandidat Cagub DKI

Satpol PP Membongkar Lapak PKL di Johar Baru. (Foto: Irvan Siagian/SuaraJakarta)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jakarta masih menjadi masalah bagi pemerintah. 3 kandidat Calon Gubernur DKI Jakarta masing-masing memiliki jawaban tersendiri terkait konsep penataan pedagang kaki lima (PKL).

Cagub nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono mengaku punya konsep untuk menjadikan PKL sebagai destinasi turis mancanegara. Caranya, Agus akan menata dan memberdayakan. Selain itu, Agus ingin memindahkan PKL ke lokasi yang lebih higienis, bersih, dan teratur.

“Akan kita tata dengan baik, akan kita berdayakan . Menjadi tempat wisata yang menarik tidak hanya wisata dalam negeri tapi mancanegara,” ujar Agus seusai salat Jumat di Masjid Raya Pondok Indah, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Jumat (4/11/2016).

Selain ditata, Agus bersama akan mengedukasi para pedagang PKL agar ada kesadaran para pedagang dalam menjalankan usahanya. Urusan teknis, Agus akan melakukan pendekatan-pendekatan yang humanis.

Beda dengan Agus, Cagub nomor urut 3, Anies Baswedan mengatakan penataan pedagang kaki lima (PKL) bisa diarahkan sebagai tempat seniman berekspresi, sehingga ekspresi seni dan budaya tidak hanya dilakukan di galeri.

“Seniman bisa dipanggil untuk memperindah tempat pedagang berjualan sehingga lebih artistik,” kata Anies dalam sambutannya di acara pameran seni bertajuk “Pameran Seni Betawi Dalam Gelisah Bangsa” di Galeri Budaya, Jakarta, Sabtu (22/10/2016).

Selain itu, cawagub yang berpasangan dengan Anies, Sandiaga Uno, akan mengadopsi konsep penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Istanbul, Turki, untuk diterapkan di wilayah Ibu Kota Jakarta.

“Jika saya terpilih bersama mas Anies, semua PKL akan kita tata dengan baik seperti di Istabul sana. Jadi bukannya diusir-usirin atau dirazia, tapi justru kita atur dengan baik agar berjualan pada tempat yang sudah kita siapkan,” papar Sandi sapaan akrab cawagub nomor 3 itu.

Penataan tersebut, kata Sansi, akan dibarengi dengan pemberian bantuan pinjaman modal kepada para pedagang dengan mengutamakan konsep perbankan syariah sehingga dapat membangkitkan ekonomi umat.

“Kita sebagai negara dengan umat Muslim terbesar namun saat ini pergerakan dengan ekonomi syariah hanya 5 persen di Jakarta sedangkan sisanya lebih mengutamakan ekonomi umum yang cenderung berpihak pada kalangan atas,” ujar Sandiaga Uno, Kamis (8/12/2016).

Adapun konsep penataan PKL yang dulu pernah diutarakan Cagub nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yaitu akan meniru Korea Selatan. Nantinya para PKL bisa bebas berjualan di trotoar dan taman asalkan jumlahnya dibatasi.

“PKL boleh jualan di trotoar dan taman, tapi jumlah dan titiknya ditentukan. Saya mau buktikan itu,” kata Ahok seperti dikutip laman vivanews.com, Senin 22 September 2014. (JML)

Exit mobile version