SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Kinerja Ekonomi Memburuk, Menteri Bappenas Curhat di Facebook

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Kian buruknya kinerja perekonomian Indonesia yang disoroti oleh beberapa pengamat, membuat Menteri Bappenas, Andrinof Chaniago, “ngomel-ngomel” di akun facebook miliknya.

Melalui akun facebook “Andrinof Chaniago Full ” tersebut, dirinya membeberkan data bahwa tidak hanya mata uang Rupiah yang mengalami tekanan atas currency wae terhadap dollar Amerika Serikat. Sayangnya, 6 dari 7 negara yang dijadikan komparasi adalah negara maju yang notabene berbeda kondisi perekonomiannya dengan Indonesia.

“Buat yang selalu nafsu berteriak menunjuk kesalahan pemerintah, termasuk melemahnya rupiah, ini data menguatnya dollar dari angka pelemahan kurs terhadap US$ dibandingkan tahun lalu: Rusia 60%, Brazil 38,5%, Turki 31,22%, Jepang 22,32%, Kawasan Euro 20,74%, Malaysia 17,40%, Indonesia 16,40%,” jelasnya sebagaimana tertulis pada minggu (14/6) siang.

Dirinya berharap agar para pengamat,”Semoga bisa belajar dari data,”, harapnya.

Krisis Ekonomi Terulang?

Ketua Program Sarjana PPM School of Management, Aries Heru Prasetyo, menilai bahwa alarm krisis ekonomi telah berbunyi nyaring. Bahkan nyaringya sekeras nada saat krisis melanda ekonomi Indonesia saat 1998.

Prediksi tersebut, menurutnya, didasarkan atas data bahwa, “rupiah yang perlahan namun pasti menurun ke level Rp. 13.000 atau tertekan lebih dari 7 persen sejak perdagangan dibuka awal tahun ini. Selanjutnya, pergerakan IHSG yang kembali meninggalkan titik psikologisnya di angka Rp. 5000. Bahkan cadangan devisa yang dimiliki pemerintah saat ini senilai USD 110,8 miliar, lebih rendah dari nilai tahun 2014 sebesar USD 110,9 miliar,” tulisnya dalam artikel opini di Harian Sindo, Jumat (12/6).

BACA JUGA  Badan Ekonomi Kreatif Tegas Dukung Virtual Office untuk Selamatkan UKM Indonesia

Dirinya mengingatkan meskipun baru 8 bulan, pemerintahan Jokowi sudah dihadapkan pada pekerjaan rumah yang masih menumpuk.

“Ketegasan kepemimpinan yang telah ditunjukkan dinilai belum mampu membawa pasar pada sebuah kepastian ekonomi Indonesia,” sarannya.

Related Posts

Leave a Reply