Site icon SuaraJakarta.co

Kekuatan Karakter: Mengubah Tantangan Menjadi Momentum Kebangkitan

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh: H. M. Anis Matta, Lc (Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat Indonesia)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Kekuatan Karakter adalah kata kunci, yang memungkinkan kita sebagai bangsa mampu menghadapi musibah besar penyebaran Covid 19, Bahkan mengubahnya menjadi momentum kebangkitan bersama.

Itulah inspirasi yang kita peroleh dari sebuah Hadits dan Atsar, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Al Mustholiq Al Qurosy, yang berkata di hadapan Amr bin ‘Ash :
تقوم الساعة والروم اكثرالناس
“Hari Kiamat nanti akan terjadi, dan (saat itu) Bangsa Romawi adalah penduduk bumi yang terbanyak.”

Amr bin ‘Ash berkata : “Abshir maa taquul…” Coba pastikan lagi apa yang kamu katakan.

Lalu Al Mustholiq mengatakan : “Aquulu ma sami’tuhu ‘an Rosuulillaahi SAW” (Saya hanya mengatakan apa yang saya dengar dari Rasulullah SAW.)

Lalu Amr bin ‘Ash mengatakan:
لئن قلت ذلك إن فيهم خصالا أربعا: إنهم لأحلم الناس عند فتنة.. وأسرعهم إفاقة بعد مصيبة.. وأوشكهم كرة بعد فرة.. وأرحمهم لمسكين ويتيم وضعيف.. وخامسة حسنة جميلة وأمنعهم من ظلم الملوك

Jika demikian yang engkau katakan, maka sesungguhnya Bangsa Romawi itu punya 4 Sifat unggul

  1. Mereka adalah bangsa yang paling tenang dalam menghadapi situasi fitnah/kekacauan
  2. Mereka adalah bangsa yang paling cepat bangkit setelah tertimpa musibah
  3. Mereka adalah bangsa yang paling cepat bisa menyerang kembali, setelah mengalami kekalahan
  4. Mereka adalah bangsa yang paling penyayang terhadap orang miskin, yatim, dan orang-orang lemah.

Lalu Amr bin ‘Ash mengatakan (وخامسة حسنة جميلة وأمنعهم من ظلم الملوك )

Dan ada sifat ke-5 yang baik dan indah, yaitu bahwa mereka adalah BANGSA YANG PALING KUAT DALAM MENGHADAPI RAJA-RAJA (PENGUASA) YANG ZHALIM (DIKTATOR).

Saudara-saudaraku yang saya cintai,

Itu adalah sifat-sifat utama Bangsa Romawi, yang dikisahkan dengan sangat indah oleh Amr bin ‘Ash, padahal Kaum Muslimin baru saja usai mengalahkan Bangsa Romawi. Sehingga Bangsa Romawi diabadikan didalam Al Qur-aan (Surat Ar Ruum), karena mereka memiliki sifat-sifat utama yang sesuai dengan Sunnatullah dalam Kebangkitan Bangsa-Bangsa.

Karena itu kita tidak heran ketika Arnold J Toynbee (sejarawan Inggris, penulis buku Theory of History), menyampaikan kepada kita suatu kaidah sejarah, yang mengatakan bahwa Dinamika pergerakan sejarah itu merupakan output dari Dialektika antara Tantangan (Challenge) dan Respon (Response). Seperti apa tantangan yang dihadapi oleh manusia, maka seperti itulah Respon yang akan mereka berikan kepada tantangan itu. Dan hasil dari respon mereka itulah yang akan menandai Pergerakan Sejarah.

Sekarang kita menyaksikan bangsa-bangsa Eropa dan Amerika menghadapi tantangan besar ini, dengan menggelontorkan dana yang berjumlah trilyunan dollar, karena mereka mempersepsi bahwa wabah ini bukan hanya tantangan atas sistem yang mereka anut, tetapi juga tantangan atas eksistensi mereka sebagai manusia.

Saudara-saudaraku yang saya cintai,

Cerita ini merupakan sumber ilham bagi kita, bahwa KEKUATAN KARAKTER seharusnya menjadi KEKUATAN UTAMA kita sebagai bangsa, dalam menghadapi Tantangan Besar ini dan MENGUBAHNYA MENJADI PELUANG SEJARAH, MENGUBAHNYA MENJADI MOMENTUM KEBANGKITAN BAGI KITA SEBAGAI SEBUAH BANGSA.

Karena itu, mari kita berdoa kepada Allah Swt, semoga Allah memberikan kepada kita SEMANGAT DAN KETEGARAN. Seperti Semangat dan Ketegaran yang kita rasakan dalam pernyataan Umar bin Khattab :
اني لا أسأل الله خفة الحمل ،ولكني أسأله قوة الظهر
“Saya tidak pernah memohon kepada Allah beban yang ringan, akan tetapi saya memohon kepada Allah agar diberikan tulang punggung yang kuat (untuk memikul beban)”

KETENANGAN, KETEGARAN, SEMANGAT PERTANGGUNG JAWABAN, DAN SOLIDARITAS kita sebagai bangsa – itu semua adalah KATA KUNCI dari Karakter yang Kuat yang insyaa Allah akan bisa membawa bangsa kita mampu mengubah tantangan ini menjadi Momentum Kebangkitan kita bersama…

 

Exit mobile version