Site icon SuaraJakarta.co

Internal PDIP DKI Goyah: Ahok Masuk, Boy Sadikin Mundur

Ahok vs Boy Sadikin

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Kondisi partai banteng di DKI sedang goyah. Pasalnya, Ketua DPD PDIP DKI Boy Sadikin berencana mundur dari kursinya pasca kecewa dengan keputusan Ketua Umum Presiden Megawati yang tidak mengangkatnya mengisi jabatan Wakil Gubernur DKI dampingi Ahok.

Megawati lebih memilih mantan Walikota Blita Djarot Saiful Hidayat lantaran Ahok sendiri yang meminta Megawati memilih Djarot mendampingi mantan kader Partai Golkar yang menjadi kutu loncat dari Bangka Belitung tersebut.

“Gubernur Ahok minta orang yang punya pengalaman di bidang pemerintahan. Muncul pemikiran, calonnya adalah politsi PDIP Bambang DH atau Djarot. Ibu Ketua Umum akhirnya memunculkan Djarot. Apalagi Pak Ahok juga kenal dengan Pak Djarot,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada Detik, Jumat (12/2).

Atas kekecewaannya kepada Megawati itulah, Boy Sadikin menghadiri undangan dari DPD Partai Gerindra DKI Jakarta dengan status sebagai “Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta”. Boy Sadikin turut diundang bersama 11 orang lainnya dalam kapasitasnya untuk membicarakan persoalan Jakarta.

“Mereka mau membicarakan banyak hal seputar Jakarta,” kata Ketua Tim Penjaringan Gerindra DKI M. Syarif.

Ahok Kebelet Masuk

Berbeda dengan Boy Sadikin, Ahok tampak kebelet masuk menjadi kader PDIP DKI sebagai tiket masuk untuk mengikuti Pilkada DKI 2017. Meskipun Ahok memiliki relawan Teman Ahok yang telah berhasil mengumpulkan 670 ribu lebih KTP untuk maju lewat jalur independen, tapi terduga korupsi lahan RS Sumber Waras tersebut masih mengemis dukungan dari partai.

“Mungkin kita bisa gabung PDIP, tergantung PDIP kan,” kata Ahok di Balai Kota, sebagaimana dikutip dari laman Kompas, Kamis (11/2).

Untuk mengklaim bahwa dirinya siap didukung oleh partai moncong putih itu, Ahok mengaku sudah bicara dengan Ketua Umum Megawati dan wakil gubernur yang juga kader PDIP, Djarot.

“Pasti saya sudah bicara dengan mereka (PDIP), dengan wakil juga oke Pak Djarot,” kata Ahok.

Diketahui, beberapa kali, Ahok datang ke hajatan besar PDI-P dan mendapat sambutan hangat. Begitu pula saat Mega merayakan ulangtahunnya beberapa waktu lalu serta acara rapat kerja nasional (Rakernas) PDI-P. Kedekatannya dengan PDI-P memunculkan spekulasi dukungan pada Pilkada DKI 2017.

Exit mobile version